Abstract :
Begitu banyak permasalahan di sekolah dasar salah satunya perilaku anak yang
dyslexsia yaitu anak yang kesulitan membaca dan tidak ada hubungannya dengan IQ karena
biasanya penderita dyslexsia memiliki IQ yang normal sehingga membutuhkan perhatian dan
motivasi khusus untuk menumbuhkan semangat bealajarnya. Tujuan penelitian adalah untuk
mengetahui cara mengatasi siswa yang kesulitan membaca di SDN 2 Cisaat. Jenis penelitian
kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara,
dan dokumentasi. Prosedur analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles and
Huberman. Aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung
secara terus menerus sampai data jenuh. Proses penelitian yaitu meliputi: reduksi data,
penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Pemeriksaan
keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukan
bahwa siswa yang kesulitan membaca di kelas V SDN 2 Cisaat disebabkan oleh (1) faktor dari
anak yang lahir secara prematur, daya ingat, motivasi belajar, dan dukungan orang tua ; (2)
permasalahan yang dihadapi anak yang kesulitan membaca yaitu masalah penyusunan kata
yang sistematis dan masalah ingatan jangka pendek ; (3) dan upaya yang dilakukan guru untuk
mengatasi siswa kesulitan membaca yaitu manajemen kelas kecil, pendekatan multisensory,
adanya aturan kelas, memberikan motivasi khusus meliputi pujian dan bersikap sabar dan
ikhlas.
Kata Kunci: Analisis, Dyslexia, Kesulitan Membaca.