Abstract :
Penelitian ini pada dasarnya bertujuan untuk mengetahui peran guru kelas dalam
meningkatkan motivasi belajar siswa disleksia. Metode penelitian ini yaitu
postpositivism jenis Simple Research design (SRD). Teknik pengumpulan data
menggunakan wawancara dan dokumentasi. Prosedur analisis data penelitian ini
menggunakan analisis data tematik. Uji keabsahan data penelitian ini menggunakan
member check. Hasil penelitian ini adalah peran guru kelas memiliki peranan
sangat besar terhadap tingkat motivasi belajar siswa disleksia yang dapat temui
dengan: 1) pendampingan belajar personal yang guru kelas lakukan dalam
meningkatkan motivasi belajar siswa disleksia yaitu: (a) pendampingan belajar
meliputi lingkungan belajar dan gaya mengajar guru; (b) dorongan belajar meliputi
ketertarikan belajar dan respon ketertarikan belajar; (c) pelajaran menarik meliputi
pelajaran interaktif dan media pembelajaran; (d) peran disleksia meliputi
komunikasi dan karakter siswa; dan (e) teknologi meliputi fasilitas teknologi dan
isi materi. 2) Metode pembelajaran yang diterapkan guru kelas dalam
meningkatkan motivasi belajar yaitu: (a) metode multisensori meliputi
mendengarkan huruf, melihat huruf, dan menulis huruf; (b) metode bercerita
meliputi praktek belajar, pemahaman belajar dan interaksi guru dan siswa; (c)
metode reading aloud meliputi cara belajar; dan (d) alasan metode meliputi aplikasi
metode. 3) Bentuk penguatan yang guru kelas berikan dalam meningkatkan
motivasi belajar yaitu (a) pujian meliputi mengembangkan suasana hati dan melalui
tindakan; (b) perhatian meliputi guru ke siswa, guru ke orang tua, dan siswa ke
siswa; (c) nilai meliputi pemberian guru; (d) hak istimewa meliputi kegiatan siswa
dan pembalas kegiatan.
Kata Kunci: Peran Guru Kelas, Motivasi Belajar, Siswa Disleksia