Abstract :
Tunarungu adalah seseorang yang mengalami gangguan atau keterbatasan
pada pendengarannya sehingga tidak bisa merespon atau mendengar suara di
lingkunga sekitarnya dengan sempurna. Anak tunarungu yang memiliki ganggan
pada pendengarannya sehingga tidak bisa mendengar suara dengan sempurna,
namun dapat diyakini bahwa meskipun sangat sedikit masih terdapat sisa-sisa
pendengaran yang masih bisa dioptimalkan pada anak tunarungu tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar siswa pada anak
berkebutuhan khusus di Sekolah Dasar Negeri Semeru 6 Kota Bogor. Metode
penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data
dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik
pengambilan data menggunakan Model analisis Miles Huberman melalui
komponen analisis berupa reduksi data. Uji keabsahan data menggunakan
triangulasi sumber. Secara tidak langsung, perkembangan pendidikan inklusif
berkaitan dengan presentase yang masuk pada pendidikan regular atau pendidikan
formal masih minim, bahkan bisa dikatakan belum ada peningkatan signifikan.
Hasil penelitian kesulitan belajar siswa pada anak berkebutuhan khusus di
Sekolah Dasar Negeri Semeru 6 Kota Bogor menyatakan bahwa kesulitan belajar
pada siswa tersebut adalah sulit menangkap materi, belum dapat melafalkan
huruf, belum dapat menyambungkan kata, kesulitan membaca. Faktor yang
menyebakan siswa kesulitan belajar adalah kurangnya minat dalam belajar,
kurangnya kematangan dan kesiapan belajar, kurangnya konsentrasi belajar.
Upaya guru dalam mengatasi siswa kesulitan belajar adalah mengulang kembali
materi, menyederhanakan tugas, memberikan motivasi, dan memberikan
bimbingan belajar.
Kata kunci: Kesulitan Belajar, Faktor Kesulitan Belajar, Anak Tunarungu