Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman mengenai kedisplinan
peserta didik dalam melaksanakan kedisplinan di sekolah pasca pembelajaran
daring di SD Muhammadiyah Bogor, dan menjawab rumusan masalah tentang
proses kedisiplinan dalam mentaati tata tertib kedisplinan di sekolah SD
Muhammadiyah Bogor, dalam penelitian ini teori yang di gunakan adalah teori
mengenai disiplin dan pembelajaran. Penelitian ini di laksanakan di SD
Muhammadiyah Bogor. Masalah dalam penelitian ini dijawab dengan
menggunakan metode kualitatif sehingga peneliti melibatkan beberapa informan di
dalamnya. Pendekatan penelitian yang digunakan merupakan pendekatan Stuy
kasus. Study kasus Merupakan suatu proses pengumpulan data dan informasi
secara mendalam, mendetail, intensif, holistik, dan sistematik tentang seseorang.
Dalam pendekatan studi kasus, biasanya seorang peneliti akan meneliti satu
individu atau unit sosial tertentu secara lebih mendalam. Dengan begitu, peneliti
berusaha untuk menemukan semua variabel penting yang terikat dengan diri subjek
yang diteliti. Selain itu, peneliti juga meneliti bagaimana perkembangan diri subjek,
penyebab terjadinya hal tersebut, perilaku keseharian subjek, dan alasan perilaku
itu dilakukan, serta bagaimana perilaku berubah dan penyebab terjadi perubahan
perilaku tersebut. Data primer dan sekunder pengambilan pengambilan informan
menggunakan teknik Observasi, wawancara untuk menemukan data yang valid dari
informan data yang di peroleh berupa transkip dokumentasi observasi, wawancara
kemudian di uji validitas data menggunakan tringulasi metode dan teori. Hasil
penelitian menunjukan bahwa : Kedisiplinan peseerta didik dalam pembelajaran
pasca pembelajaran daring : 1.Disiplin dalam hal kehadiran dan pakaian seragam,
atribut sekolah 2.Disiplin dalam tatakrama komunikasi kepada guru, komie sekolah
dan teman sebaya. 3.disiplin dalam mengerjakan Tugas di sekolah maupuun
dirumah. Hambatan kedisplian peserta didik dalam pembelajaran di kelas pasca
pembelajaran daring : 1.Kebiasaan anak malas mengerjakan sesuatu serta kebiasaan
bangun kesiangan. 2. Pengaruh teman sebaya 3. Kesibukan orang tua.4.Pengaruh
lingkungan. Peran guru dalam mengatasi permasalahan kedisiplinan peserta didik
dalam pembelajaran pasca pembelajaran daring : 1.Memberi keteladanan pada
siswa, memberi contoh terlebih dahulu oleh guru. 2. Melaksanakan peraturan
sekolah. 3. Memberi nasihat dan peringatan kepada siswa yang melanggar.4.
Memberi hukuman atau sanksi kepada siswa yang melanggar. 5. Memberi toleransi
bagi siswa yang ingin berubah lebih baik, agar hal ini menjadi acuan bagi peserta
didik
Kata kunci : Kedisiplinan, terlambat, atribut seragam, pembiasaan.