Abstract :
Disleksia merupakan salah satu jenis kesulitan belajar pada seseorang
berupa ketidakmampuan membaca. Anak dengan gangguan disleksia akan
kesulitan dalam belajar membaca, menulis, dan melakukan tugas yang berkaitan
dengan bahasa terlepas dari usia dan kecerdasan yang mereka miliki. Diperlukan
upaya guru untuk menangani siswa disleksia terutama siswa disleksia yang masih
berkesulitan dalam membaca permulaan di sekolah dasar. Oleh karena itu
dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui upaya guru menangani
siswa disleksia dalam membaca permulaan di sekolah dasar. Penelitian ini
dilaksanakan di dua sekolah dasar, yakni di SDN Pakuan dan SDN ciawi 02.
Metode penelitian yang digunakan yaitu postpositivism dengan jenis Simple
Research Design (SRD). Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara
dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada 7 orang guru kelas yang mengajar
siswa disleksia khususnya dalam membaca permulaan di sekolah dasar, yaitu 2
orang guru kelas 3 dari SDN Pakuan, 1 orang guru kelas 3 dari SDN Ciawi 02, dan
4 orang guru kelas 4 dari SDN Ciawi 02. Prosedur analisis data pada penelitian ini
menggunakan analisis data tematik dan uji keabsahan data dengan member check.
Penelitian dilaksanakan mulai dari minggu pertama bulan Februari hingga minggu
pertama di bulan Mei. Hasil dari penelitian ini yaitu: 1) Metode pembelajaran
efektif yang digunakan guru dalam menangani siswa disleksia dalam membaca
permulaan di sekolah dasar yaitu: a) jenis metode pembelajaran yang meliputi
metode membaca yakni metode eja dan cara pengaplikasiannya dimulai dengan
pengenalan huruf menggunakan bantuan media seperti kartu huruf, papan tulis, dan
gambar sampai kepada membaca per suku kata menjadi kata dan kalimat; b) alasan
metode meliputi manfaat metode yakni untuk membantu siswa lebih cepat
membaca, mudah dipahami, efektif, dan mudah mengenalkan; c) tujuan metode
meliputi harapan guru yakni agar anak mudah paham, cepat, dan lancar membaca.
2) Media pembelajaran yang sesuai yang digunakan guru dalam menangani siswa
disleksia dalam membaca permulaan di sekolah dasar yaitu: a) jenis media
pembelajaran meliputi media visual yakni kartu, gambar, buku, dan benda, media
audio menggunakan rekaman suara, media audiovisual menggunakan video, dan
pengaplikasiannya yakni dengan memperlihatkan dan memperdengarkan; b) alasan
media meliputi keuntungan media yakni untuk memudahkan dan mempercepat
siswa dalam membaca, praktis, dan efektif; c) tujuan media meliputi fungsi media
terhadap siswa yakni agar siswa tertarik dan tidak bosan dan harapan guru yaitu
siswa akan lebih cepat dalam membaca, mudah memahami, dan lebih lancar dalam
membaca. 3) Bentuk penguatan yang diberikan guru dalam menangani siswa
disleksia dalam membaca permulaan di sekolah dasar yaitu: a) penguatan verbal
meliputi bentuk ucapan yakni berupa pujian dan motivasi; b) penguatan gestural
meliputi bentuk gestur dengan mengacungkan jempol dan bertepuk tangan, dan
ix
ekspresi dengan mimik wajah ceria; c) penguatan kegiatan meliputi kegiatan
sebagai hadiah yakni dengan memberikan reward seperti istirahat atau pulang lebih
awal; d) penguatan mendekati meliputi cara guru mendekati yakni dengan
menghampiri siswa dan berjalan dekat siswa; e) penguatan sentuhan meliputi
bentuk sentuhan yakni dengan mengelus, menyentuh pundak, dan bersalaman; f)
penguatan tanda meliputi jenis tanda yakni tanda berupa tulisan seperti nilai, poin,
dan gambar bintang serta tanda berupa benda seperti hadiah dan stiker.
Kata Kunci: Upaya Guru, Siswa Disleksia, Membaca Permulaan