Abstract :
Perilaku siswa yang hiperaktif, mudah teralihkan fokusnya, selalu
memotong pembicaraan saat guru menyampaikan materi, tidak betah duduk
terlalu lama, bertindak sesuai dengan kehendaknya, dan sulit mengontrol diri
dalam melakukan aktivitas yang berlebihan. Dengan adanya perilaku siswa yang
hiperaktif ini diakui guru, sulit dalam menghadapinya. Tujuan penelitian ini untuk
mengenal bagaimana peran guru dalam menangani perilaku Siswa Hiperaktif di
Kelas Inklusif. Metode dalam penelitian ini menggunakan post positivisme jenis
quasi kualitatif dengan Simple Research Design (SRD). Teknik pengumpulan data
berupa wawancara semi terstruktur dan dokumentasi, serta prosedur analisis data
menggunakan analisis tematik. Keabsahan data penelitian ini dilakukan
menggunakan triangulasi melalui member check. Hasil penelitian ini yaitu: 1)
Pengelolaan kelas yang dilakukan guru dalam menangani perilaku siswa
hiperaktif di kelas inklusif yaitu a) kehangatan yang meliputi interaksi, keakraban
guru, penekanan hal positif, dan penataan, b) keberagaman yang meliputi metode
pembelajaran, dan pembelajaran interaktif, c) pendekatan yang meliputi
pendekatan hukuman dan pendekatan perubahan perilaku. 2) Metode pembiasaan
yang dilakukan guru dalam menangani perilaku siswa hiperaktif di kelas inklusif
yaitu dengan pembentukan karakter yang meliputi pembiasaan terprogram,
pembiasaan rutin, dan pembiasaan spontan. 3) Pemberian motivasi terhadap
perilaku siswa hiperaktif di kelas inklusif yaitu dengan memberikan penghargaan
yang meliputi penghargaan tindakan, pemberian guru, dan perhatian. Jadi, peran
guru dalam menangani perilaku siswa hiperaktf di kelas inklusif yaitu guru
sebagai pengelola kelas, guru sebagai model dan teladan, guru sebagai motivator.
Kata Kunci: Peran Guru, Menangani, Hiperaktif