DETAIL DOCUMENT
STUDI KESTABILAN PEWARNA BUBUK ALAMI FIKOSIANIN DARI Spirulina sp. TERHADAP CAHAYA LAMPU
Total View This Week0
Institusion
Universitas Katolik Soegijapranata
Author
LAZUARDI, RUTH ARNI
Subject
Additives 
Datestamp
2015-08-30 11:07:18 
Abstract :
Warna memegang peranan penting dalam penerimaan makanan. Saat ini warna biru sedang menjadi tren pada produk makanan dan minuman. Spirulina berpotensi untuk menghasilkan pigmen fikosianin yang berwarna biru. Pewarna alami bubuk merupakan salah satu aplikasi dari pigmen fikosianin dengan penambahan dekstrin. Pewarna alami umumnya memiliki ketidakstabilan dalam penyimpanan dengan intensitas cahaya yang tidak sesuai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pembuatan pewarna bubuk dari pigmen fikosianin serta mengetahui kestabilannya terhadap cahaya. Metode penelitian ini meliputi ekstraksi pigmen fikosianin menggunakan aqua destilata, pengukuran kadar pigmen fikosianin dengan metode spektrofotometri pada panjang gelombang 615 nm dan 652 nm, pengukuran intensitas warna dengan kromameter, dan uji kestabilan pewarna bubuk fikosianin terhadap cahaya. Perbandingan ekstrak fikosianin dan dekstrin yang digunakan adalah 1:1, 1:1,5, dan 1:2. Pewarna bubuk dengan perbandingan yang berbeda ini menjadi bahan utama untuk diuji kestabilannya terhadap cahaya dengan dipaparkan cahaya selama 7 hari dalam suhu ruang dengan ukuran 0 lux, 500 lux, 1000 lux, 1500 lux, 2000 lux, 2500 lux, dan 3000 lux. Setiap 24 jam akan dilakukan pengujian untuk mengetahui perubahan warna dan konsentrasi fikosianin yang terdapat di dalam pewarna bubuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pewarna bubuk fikosianin cenderung stabil pada perbandingan 1:1,5 dan 1:2 pada penyinaran 0 lux (tanpa cahaya) dan 500 lux. Sedangkan pewarna bubuk fikosianin dengan perbandingan 1:1 menunjukkan ketidakstabilan selama penyinaran. Laju degradasi terbesar pada penyinaran 3000 lux yaitu -239.45 ppm/hari. 
Institution Info

Universitas Katolik Soegijapranata