Abstract :
Warna memegang peranan penting dalam penerimaan makanan. Saat ini warna biru
sedang menjadi tren pada produk makanan dan minuman. Spirulina berpotensi untuk
menghasilkan pigmen fikosianin yang berwarna biru. Pewarna alami bubuk merupakan
salah satu aplikasi dari pigmen fikosianin dengan penambahan dekstrin. Pewarna alami
umumnya memiliki ketidakstabilan dalam penyimpanan dengan intensitas cahaya yang
tidak sesuai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pembuatan pewarna bubuk
dari pigmen fikosianin serta mengetahui kestabilannya terhadap cahaya. Metode
penelitian ini meliputi ekstraksi pigmen fikosianin menggunakan aqua destilata,
pengukuran kadar pigmen fikosianin dengan metode spektrofotometri pada panjang
gelombang 615 nm dan 652 nm, pengukuran intensitas warna dengan kromameter, dan
uji kestabilan pewarna bubuk fikosianin terhadap cahaya. Perbandingan ekstrak
fikosianin dan dekstrin yang digunakan adalah 1:1, 1:1,5, dan 1:2. Pewarna bubuk
dengan perbandingan yang berbeda ini menjadi bahan utama untuk diuji kestabilannya
terhadap cahaya dengan dipaparkan cahaya selama 7 hari dalam suhu ruang dengan
ukuran 0 lux, 500 lux, 1000 lux, 1500 lux, 2000 lux, 2500 lux, dan 3000 lux. Setiap 24
jam akan dilakukan pengujian untuk mengetahui perubahan warna dan konsentrasi
fikosianin yang terdapat di dalam pewarna bubuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pewarna bubuk fikosianin cenderung stabil pada perbandingan 1:1,5 dan 1:2 pada
penyinaran 0 lux (tanpa cahaya) dan 500 lux. Sedangkan pewarna bubuk fikosianin
dengan perbandingan 1:1 menunjukkan ketidakstabilan selama penyinaran. Laju
degradasi terbesar pada penyinaran 3000 lux yaitu -239.45 ppm/hari.