Abstract :
Menurunnya kinerja Organisasi Teaching Factory Gradasi SMK N 11 Semarang
disebabkan oleh adanya kesalahan cetak dari segi pencampuran warna dan pemilihan
jenis kertas. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui deskripsi
dari gaya kepemimpinan, motivasi kerja, pelatihan dan kinerja karyawan Teaching
Factory Gradasi SMK N 11 Semarang, menguji pengaruh secara parsial antara gaya
kepemimpinan, motivasi kerja dan pelatihan terhadap kinerja karyawan Teaching
Factory Gradasi SMK N 11 Semarang, serta menguji pengaruh dari gaya
kepemimpinan, motivasi kerja, pelatihan terhadap kinerja karyawan Teaching Factory
Gradasi SMK N 11 Semarang secara simultan.
Variabel dalam penelitian ini, meliputi variabel bebas yang terdiri dari gaya
kepemimpinan (X1), motivasi kerja (X2) dan pelatihan (X3), dan variabel terikat adalah
kinerja karyawan (Y). Obyek penelitian adalah karyawan Teaching Factory Gradasi
SMK N 11 Semarang. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan Teaching Factory
Gradasi SMK N 11 Semarang yang berjumlah 30 orang. Sumber data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu data yang diperoleh dengan pengamatan
langsung di lapangan melalui wawancara kepada pimpinan perusahaan untuk
mendapatkan data dalam kaitannya dengan penelitian, dan pengisian kuesioner oleh
karyawan Teaching Factory Gradasi SMK Negeri 11 Semarang. Analasis yang
digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis regresi linear berganda, yaitu untuk
mengetahui pengaruh variabel bebas (gaya kepemimpinan, motivasi kerja, dan
pelatihan) terhadap variabel terikat (kinerja karyawan).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi responden terhadap gaya
kepemimpinan, motivasi kerja, pelatihan dan kinerja masuk dalam kategori tinggi. Hasil
analisis data menunjukkan model persamaan regresi, Yaitu: Y= 9,805+ 0,169X1 +
0,283X2 + 0,303X3. Secara parsial gaya kepemimpinan tidak berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kinerja, sedangkan motivasi kerja dan pelatihan berpengaruh positif
dan signifikan terhadap kinerja. Secara simultan gaya kepemimpinan, motivasi kerja,
dan pelatihan berpengaruh nyata terhadap kinerja.