Abstract :
Perusahaan manufaktur merupakan perusahaan yang menuntut inovasi, kreativitas yang tinggi dan kinerja yang tinggi dari setiap individu yang terlibat didalamnya. Salah satunya adalah manajer lini yang bertanggung jawab atas
aktivitas kerja yang berkaitan langsung dengan output dan juga bertugas mengawasi tenaga-tenaga kerja operasional. Karena tugas dan tanggung jawab yang sangat besar pengaruhnya bagi kelancaran bisnis usaha perusahaan, maka
kinerja manajer lini perlu untuk ditingkatkan sebaik mungkin. Hasil hipotesis pertama dari penelitian ini, menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kinerja
manajer lini antara gaya kepemimpinan yang cocok dan yang tidak cocok dengan manajer lini. Hasil hipótesis kedua menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kinerja manajer lini antara kategori gaya kepemimpinan situasional dengan interpersonal skill sebagai interaction effect. Berdasarkan pada hasil tersebut,
maka diharapkan perusahaan dapat memperbaiki kinerja manajer lini dengan tidak hanya menerapkan gaya kepemimpinan situasional yang cocok dengan kondisi
manajer lini.