Abstract :
Penelitian tentang pengaruh pengukuran kinerja terhadap kepuasan kerja dengan menggunakan variabel keadilan prosedural dan kepercayaan pada atasan telah dilakukan sebelumnya oleh Lau dan Sholihin (2005). Riset kali ini merupakan pengembangan dari penelitian Lau dan Sholihin (2005), yaitu mengenai pengaruh pengukuran kinerja terhadap kepuasan kerja dengan mempertimbangkan variabel tingkat kesulitan tujuan sebagai variabel moderating sesuai dengan saran penelitian Lau dan Sholihin (2005). Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, yang dikondisikan sebagai karyawan dengan random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah ANOVA.
Dari hasil analisis data, maka didapatkan bahwa karyawan yang kinerjanya diukur dengan menggunakan ukuran nonkeuangan memiliki kepuasan kerja yang lebih tinggi ketika tingkat kesulitan tujuan yang ditetapkan tinggi daripada ketika tingkat kesulitan tujuan yang rendah. Sedangkan karyawan yang kinerjanya diukur dengan menggunakan ukuran keuangan memiliki kepuasan kerja yang lebih tinggi ketika tingkat kesulitan tujuan yang ditetapkan rendah daripada ketika tingkat kesulitan tujuannya tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengukuran kinerja memiliki pengaruh bersama atau joint effect terhadap kepuasan kerja.