Abstract :
Penilaian kondisi suatu perusahaan apakah perusahaan itu bertumbuh atau tidak
bertumbuh adalah sangat penting. Menurut Saputro (2003) peluang pertumbuhan
perusahaan tersebut terlihat pada kesempatan investasi yang diproksikan dengan
berbagai macam kombinasi nilai set kesempatan investasi (IOS: investment
opportunity set). Telah dilakukan penelitian terdahulu mengenai hubungan IOS
dengan kebijakan pendanaan, kebijakan dividen, dan leverage financial namun
hasilnya tidak konsisten antara penelitian yang satu dengan penelitian yang
lainnya. Maka penelitian ini ingin menguji kembali fenomena ini dengan tujuan
untuk melihat apakah ada perbedaan signifikan kebijakan pendanaan, kebijakan
dividen, dan leverage financia antara perusahaan bertumbuh dan tidak bertumbuh.
Dimana IOS untuk pengklasifikasian perusahaan. Penelitian ini memperpanjang
periode sampel dan menambah proksi IOS, karena semakin banyak proksi yang
digunakan maka hal ini menunjukkan semakin tepat dalam menentukan kelompok
atau karakteristik perusahaan.
Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan yang membagikan dividen tunai
dari semua sektor yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2004-2007,
kecuali sektor keuangan dan menggunakan uji beda t-test dan uji U Mann
Whitney untuk melihat apakah ada perbedaan signifikan kebijakan pendanaan,
kebijakan dividen, dan financial leverage para perusahaan bertumbuh dan tidak
bertumbuh. Hasilnya ditemukan bukti bahwa ada perbedaan signifikan untuk
kebijakan pendanaan yang yang diukur dengan variabel berkaitan dengan nilai
pasar, dan tidak ada perbedaan signifikan untuk kebijakan pendanaan yang diukur
dengan variabel berkaitan dengan nilai buku, kebijakan dividen, dan financial
leverage.