Institusion
Universitas Katolik Soegijapranata
Author
SEPTYANINGRUM, DEBORA PRESTINA WAHYU
Subject
Parenting
Datestamp
2023-01-12 07:05:41
Abstract :
Masa remaja merupakan masa terpenting bagi seseorang untuk
menemukan dirinya, mereka harus menemukan nilai yang berlaku dan yang
akan mereka capai di dalamnya. Remaja memiliki pemikiran tentang
siapakah diri mereka dan apa yang membuat mereka berbeda dari orang
lain. Penjelasan tentang diri akan dimulai dari informasi mengenai
pemahaman diri remaja. Rasa percaya diri remaja merupakan pantulan pola
asuh orang tuanya. Ini berarti bahwa sifat dan perilaku remaja dipengaruhi
pola asuh dari kedua orang tuanya. Pola asuh demokratis adalah pola asuh
yang disiplin dan memberikan kasih sayang yang seimbang. Pola asuh yang
menekankan kasih sayang dan perhatian kepada anak akan secara langsung
melatih anak untuk lebih peka terhadap keadaan di sekitarnya. Landasan
inilah yang menyebabkan pola sikap anak, perilaku dan kepribadiannya di
kemudian hari. Pola asuh yang seperti ini yang dibutuhkan oleh remaja.
Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara pola asuh
demokratis dengan kepercayaan diri remaja. Kepercayaan diri remaja
diukur dengan skala yang terdiri dariambisi, mandiri, optimis, tidak
mementingkan diri sendiri, dan toleransi. Pola asuh demokratis diukur
dengan skala yang terdiri dari lima aspek yaitu adanya aturan, kebebasan
terkontrol, individualitas, komunikasi dua arah, sikap hangat. Subyek
berjumlah 35 orang yaitu remaja yang berasal dari pendeta PARI. Hasil uji
korelasi product moment memperoleh hasil r=0,463 (p < 0,01). Dapat
disimpulkan terdapat hubungan positifyang sangat signifikan antara pola
asuh demokratis dengan kepercayaan diri remaja. Semakin tinggi pola asuh
demokratis orang tua, maka semakin tinggi kepercayan diri pada remaja.
Sebaliknya, semakin rendah pola asuh demokratis orang tua, maka semakin
rendah pula kepercayaan diri pada remaja.