Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empirik hubungan antara prasangka gender dengan kekerasan emosional dalam pacaran. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara prasangka gender yang negatif terhadap perempuan dengan kekerasan emosional dalam pacaran. Semakin tinggi prasangka gender yang negatif terhadap perempuan maka semakin sering mahasiswa melakukan kekerasan emosional dalam pacaran, demikian juga sebaliknya. Subjek dalam penelitian ini adalah 60 mahasiswa Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, yang memiliki karakteristik berjenis kelamin laki-laki, dan memiliki pacar. Teknik samplingnya adalah accidental sampling. Skala yang digunakan adalah skala kekerasan emosional dalam pacaran dan skala prasangka gender. Metode analisis data yang digunakan adalah teknik korelasi Product Moment. Berdasarkan analisis data diperoleh nilai korelasi sebesar 0,513 dengan p= 0,000 (p<0,01), artinya ada hubungan positif yang sangat signifikan antara prasangka gender dengan kekerasan emosional dalam pacaran. Semakin tinggi prasangka gender yang negatif terhadap perempuan maka semakin sering mahasiswa melakukan kekerasan emosional dalam pacaran, demikian juga sebaliknya