Abstract :
Tingkat kepuasan kerja karyawan telah menjadi pusat perhatian untuk para
manajer, akademisi, dan masyarakat. Hal itu disebabkan karena kepuasan kerja
merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan hidup karena sebagian
besar waktu manusia dihabiskan di tempat kerja. Suatu perusahaan akan dapat
melayani konsumen dengan maksimal apabila sumber daya manusia di
perusahaan memiliki kepuasan kerja di perusahaan.
Penelitian ini menguji pengaruh komitmen organisasi, komitmen profesional,
keyakinan profesional, konflik peran, dan tindakan supervisi terhadap kepuasan
kerja auditor, dengan menggunakan pengalaman kerja sebagai variabel
moderating; dan menguji pengaruh langsung komitmen organisasi, komitmen
profesional, keyakinan profesional, dan konflik peran tanpa menggunakan
pengalaman kerja sebagai variabel moderating.
Penelitian ini dilakukan pada auditor yang bekerja di Kantor Akuntan Publik di
Semarang. Kuesioner yang kembali dan dapat diolah sebanyak 36 kuesioner.
Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman bukanlah variabel
moderating yang mempengaruhi hubungan antara komitmen organisasi, komitmen
profesional, keyakinan profesional, konflik peran, dan tindakan supervisi terhadap
kepuasan kerja; komitmen organisasi, komitmen profesional, keyakinan
profesional tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja; dan konflik
peran berpengaruh negatif terhadap kepuasan kerja.