Abstract :
Penelitian ini bertujuan menginvestigasi relevansi nilai aset tidak berwujud (ATB) atau intangible asset untuk nilai pasar saham dengan nilai buku ekuitas dan laba
operasi sebagai variabel kontrol. Nilai pasar saham diukur dengan return saham dari setiap emiten yaitu, rata-rata return harian yang dihitung dengan menggunakan
metode rata-rata geometrik selama satu tahun (300 hari perdagangan) atau disebut dengan RATARGHST. Penelitian terhadap isu tersebut penting dilakukan karena terdapat beberapa alasan. Pertama, dalam sejumlah studi value relevance sebelumnya, isu pengungkapan ATB mendapat perhatian besar dan dipertimbangkan sebagai determinan yang memiliki efek kontingensi terhadap relevansi nilai laporan keuangan untuk pasar saham (Lako dan Jogiyanto, 2008). Kedua, menurut pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 19 (SAK, 2009) yang mengatur mengenai ATB, perlakuan akuntansi terhadap pengeluaran investasi yang membentuk ATB cenderung idealis. Akibatnya, kepedulian untuk melaporkan atau mengungkapkan informasi ATB dalam
laporan keuangan di Indonesia masih sangat terbatas. Ketiga, dalam beberapa tahun terakhir ini sejumlah studi menyatakan bahwa rendahnya kegunaan laporan keuangan
untuk pasar saham disebabkan karena laporan keuangan tersebut tidak mempertimbangkan ATB.