Abstract :
Pemeriksaan atas informasi keuangan perusahaan harus dapat memberikan
keyakinan dan jaminan akan kewajaran dan reliabilitas informasi yang disajikan,
sehingga audit yang dilakukan harus berkualitas. Banyak kasus yang
menunjukkan bahwa perilaku disfungsional auditor seperti melewatkan dan
mengganti prosedur audit, serta menyelesaikan pekerjaan yang dibebankan
dengan waktu pribadi mereka memiliki pengaruh negatif terhadap kualitas audit.
Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap perilaku disfungsional auditor
adalah karakteristik personal auditor. Penelitian ini menganalisis hubungan antara
karakteristik personal auditor, penerimaan auditor terhadap perilaku disfungsional
dalam audit, dan kualitas audit.
Menggunakan teknik model persamaan struktural (SEM) yang
mengkombinasikan prinsip-prinsip analisis faktor dan regresi berganda dalam satu
prosedur, hasil survei terhadap 115 akuntan publik yang bekerja di KAP Jakarta
menunjukkan bahwa locus of control eksternal dan keinginan berpindah memiliki
hubungan positif dengan penerimaan perilaku disfungsional, sedangkan kinerja
memiliki hubungan terbalik dengan penerimaan perilaku disfungsional.
Penerimaan perilaku disfungsional sebagai indikator perilaku disfungsional
aktual, berhubungan negatif dengan kualitas audit. Hasil ini menyatakan bahwa
karakteristik personal auditor memiliki peran dalam mengidentifikasi perilaku
disfungsional yang dapat menurunkan kualitas audit.