Abstract :
Mie Instan adalah salah satu produk pangan favorit masyarakat Indonesia. Mie instan
digemari karena harganya yang relatif murah serta pengolahan yang cukup mudah. Cara
penyimpanan mie instan dapat mempengaruhi kualitas tekstur bahan mie instan. Suhu dan
kelembaban juga dapat berpengaruh pada kerusakan minyak (peroksida) yang terkandung
didalam mie instan. Bila mie instan tersebut disimpan dalam suhu yang ekstrim, mie tersebut
juga dapat mengalami ketengikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan
membandingkan perubahan mutu dan keamanan mie instan low end selama penyimpanan.
Metode
penelitian yang digunakan adalah menyimpan 4 merk mie instan yang berbeda yaitu
merk A, B, C, dan D di dalam climatic cell dengan suhu 35
o
C RH 60% selama satu bulan,
kemudian diuji angka peroksida, bilangan asam, kadar air, warna serta teksturnya. Uji
bilangan peroksida menunjukkan peningkatan setiap minggunya, pada minggu ke empat mie
merk A, B, dan C sudah melebihi batas aman 30 mequiv/kg. Bilangan asam mengalami
perubahan setiap minggunya tetapi nilainya masih dalam standar aman yang ditetapkan SNI
01-3551-2000, sementara kadar air juga mengalami peningkatan akan tetapi masih dalam
batas aman (SNI). Dari uji warna didapatkan nilai L (kecerahan) dan *a (merah-hijau) yang
menurun setiap minggunya, sementara nilai *b (biru-kuning) justru mengalami peningkatan.
Bilangan peroksida dan bilangan asam menunjukkan nilai korelasi positif sebesar 0,230
dengan signifikansi 0,040 (p<0,05), sedangkan bilangan peroksida dengan kadar air
menujukkan korelasi yang sangat kuat dengan r = 0,891 (p<0,01). Bilangan asam dan kadar
air menunjukkan korelasi yang kuat dengan r = 0,265 dengan signifikansi sebesar 0,017
(p<0,05).