Abstract :
Tingginya perkembangan konsumsi daging ayam broiler di Indonesia menyebabkan produk
olahan daging ayam broiler berpotensi untuk dikembangkan lebih jauh. Salah satu
pengolahan daging yang populer saat ini adalah pengolahan daging dengan metode dehidrasi
osmosis, produk ini disebut osmotic meat. Proses utama pembuatan osmotic meat terdiri dari
proses pelumatan daging, penggilingan, dehidrasi osmosis, dan pengeringan. Proses
pengolahan daging dengan menggunakan prinsip dehidrasi osmosis ini telah banyak
dilakukan di mancanegara, namun daging yang digunakan adalah daging sapi atau daging
babi. Daging ayam broiler belum digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan produk
osmotic meat karena daging ayam broiler memiliki tingkat elastisitas yang rendah dan serat
daging yang pendek sehingga ketika dilakukan proses pengirisan dan penggilingan serat
daging ayam broiler mudah putus. Oleh karena itu dalam pembuatan osmotic meat dari ayam
broiler dibutuhkan bahan perekat yang dapat menjaga elastisitas dan serat daging agar tidak
mudah putus. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis perekat (STPP,
tepung ketan, dan tepung terigu) dan konsentrasi perekat (0,5%, 1%, dan 2%) terbaik guna
menghasilkan produk osmotic meat dengan kualitas fisik dan kimia yang terbaik. Tujuan lain
dari penelitian ini juga untuk melihat pengaruh senyawa kromanon deamina terhadap kualitas
daging ayam broiler pasca pengolahan. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa perlakuan jenis
dan konsentrasi bahan perekat yang berbeda menunjukan hasil yang berbeda nyata terhadap
karakteristik fisikokimia produk osmotic meat. Semakin tinggi konsentrasi bahan perekat
yang digunakan, nilai hardness dan cohesiveness mengalami peningkatan, sedangkan nilai
springiness, kadar air, kadar protein, dan kadar lemak mengalami penurunan. Dari hasil
tersebut diketahui pula bahwa penggunaan konsentrasi bahan perekat 0,5% dan jenis bahan
perekat STPP mendapatkan hasil yang terbaik karena mampu menjaga elastisitas dan
kekompakan dari tekstur osmotic meat. Kemudian untuk perlakuan senyawa kromanon
deamina dengan dosis 2,5ml/kg BB dapat meningkatkan nilai hardness, cohesiveness, kadar
protein dan menurunkan nilai springiness, kadar air dan kadar lemak produk osmotic meat.