Abstract :
Film adalah karya cipta seni dan budaya yang merupakan media komunikasi massa pandang-dengar yang
dibuat berdasarkan asas sinematografi. Sebagai media infomasi, film berfungsi untuk menyampaikan
pesan yang ada di dalamnya kepada penonton. Dalam hal ini, film tidak hanya dinilai sebagai karya seni
yang menghibur tetapi juga memiliki pesan yang bisa dirancang untuk keperluan-keperluan tertentu.
Salah satu implementasi dari fungsi ini adalah perancangan film tentang bahaya balap liar. Balap liar
merupakan kegiatan balapan sepeda motor ilegal yang dilakukan di jalan raya dengan prosedur
keamanan yang tidak terstandarisasi. Resiko balap liar yang harus ditanggung oleh pelakunya sangat
besar. Oleh karena itu, perlu upaya pendekatan yang inovatif dan kreatif untuk mendapatkan solusi
permasalahan balap liar yang marak di kalangan remaja ini. Isu balap liar merupakan isu berskala
nasional namun penelitian ini mengambil skala yang lebih kecil yakni di Kota Semarang. Perancangan
ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan balap liar menggunakan film. Metode perancangan
menggunakan model prosedural yang menerapkan langkah-langkah yang harus diikuti agar
menghasilkan produk berupa rancangan media dan deskripsi konseptual. Data dikumpulkan melalui
tinjauan pustaka, wawancara, observasi, dan kajian data kualitatif.
Perancangan ini menghasilkan beberapa media komunikasi visual berbasis multimedia yaitu film, poster,
flyer, dan media sosial. Media utama dalam perancangan ini adalah film sementara media lainnya
bersifat pendukung dan promosi. Melalui perancangan ini maka akan memperkaya khasanah
pengetahuan di bidang desain komunikasi visual terutama dalam bidang multimedia,
Kata kunci: Perancangan, Film, Balap Liar, Remaja, Kota Semarang