DETAIL DOCUMENT
STUDI IN-VITRO EFEKTIVITAS PEKTIN DAGING BUAH PISANG (Musa sp.) SEBAGAI PENGIKAT LOGAM
Total View This Week0
Institusion
Universitas Katolik Soegijapranata
Author
PRASETYO, BUDI
Subject
Food processing 
Datestamp
2022-11-25 03:27:13 
Abstract :
Logam berat dapat mengkontaminasi air tanah, air sungai, ataupun air laut, dimana jika masuk kedalam rantai makanan dapat menyebabkan keracunan. Bahan biologis yang dapat digunakan sebagai bahan penyerap logam dan mengeluarkannya dari tubuh manusia adalah pektin, karena pada pektin terdapat gugus fungsional yang dapat berperan dalam proses adsorpsi. Salah satu sumber pektin yang mudah ditemui di Indonesia adalah buah pisang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas pektin daging buah pisang dalam mengikat logam beracun secara in vitro, berdasarkan varietas pisang serta waktu kontak antara pektin dan larutan logam. Penelitian ini menggunakan 3 varietas pisang yaitu pisang kepok, pisang raja, dan pisang ambon. Pektin diekstrak menggunakan metode asam dan suhu tinggi. Urutan rendemen pektin dari yang paling banyak hingga paling rendah diperoleh dari pektin daging buah pisang raja (PDBR), pekting daging buah pisang kepok (PDBK), kemudian pektin daging buah pisang ambon (PDBA). Penelitian ini menggunakan metode in-vitro dengan buffer (pH 6,8, suhu 37°C) sebagai cairan pencernaan tubuh, yang ditambahkan dengan logam dan ekstrak pektin dengan waktu kontak tertentu. Kemudian kadar logam diukur pada fraksi terlarut dan tidak terlarut menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa PDBR ? 120 menit kombinasi paling efektif untuk penyerapan logam kadmium dengan recovery 74,8%, kombinasi PDBA ? 120 menit efektif untuk penyerapan logam tembaga dengan recovery 91,8%. Untuk kombinasi terbaik diperoleh PDBR - 120 menit merupakan kombinasi terbaik dalam penyerapan logam kadmium dan logam tembaga (74,8 % dan 78,5%). 
Institution Info

Universitas Katolik Soegijapranata