Abstract :
Liqueur merupakan salah satu minuman beralkohol. Liqueur dapat dibuat dengan
tambahan buah-buahan, rempah-rempah, herbal dan bunga. Kayu manis (Cinnamomum
burmanii) merupakan salah satu sumber antioksidan alami. Salah satu komponen yang
ada pada kayu manis yang berpotensi sebagai antioksidan adalah minyak atsiri.
Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menunda dan mencegah proses oksidasi
lipid dan terbentuknya reaksi radikal bebas (peroksida) pada oksidasi lipid. Radikal
bebas dapat menyebabkan penyakit kronis seperti kanker. Sorbet adalah salah satu
hidangan penutup yang mulai di kenal masyarakat. Sorbet sering disebut juga fruit ice
merupakan salah satu pengembangan produk es krim. Sorbet dibuat tanpa lemak, dapat
juga dibuat tanpa menggunakan gula atau ditambahkan gula diet. Pada pembuatan
sorbet, penambahan tepung mocaf digunakan untuk membentuk tekstur serta berperan
terhadap proses gelatinisasi adonan sorbet. Tujuan penelitian untuk mengetahui
pengaruh perbedaan cara ekstraksi liqueur kayu manis dan penambahan liqueur kayu
manis terhadap kandungan antioksidan pada sorbet. Pada penelitian ini mula-mula
dilakukan pembuatan liqueur kayu manis dengan dua cara ekstraksi yaitu ekstraksi cara
A dengan menggunakan campuran alkohol dan air, serta ekstraksi cara B dengan
menggunakan alkohol saja. Liqueur yang dihasilkan dari cara ekstraksi A dan B masingmasing
digunakan dalam pembuatan sorbet dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15%.
Selain membuat sorbet liqueur, juga dibuat sorbet kayu manis dengan menggunakan
ekstrak kayu manis sebagai kontrol. Metode penelitian yang dilakukan yaitu penelitian
pendahuluan dan penelitian utama. Penelitian pendahuluan meliputi uji sensori untuk
menentukan formulasi sorbet yang paling disukai, dan uji kimia liqueur kayu manis.
Penelitian utama meliputi uji karakteristik fisik yang terdiri dari analisa viskositas,
analisa melting rate, time to melt, dan analisa hardness, sedangkan untuk analisa kimia
meliputi aktivitas antioksidan, pH, kadar alkohol dan kadar gula. Semakin banyak
penambahan liqueur pada sorbet, maka semakin tinggi pula pH, kadar gula, kadar
alkohol, aktivitas antioksidan, dan melting rate sorbet. Namun sebaliknya, semakin
tinggi penambahan liqueur pada sorbet, maka viskositas, hardness, dan time to melt
semakin rendah. Sorbet yang paling disukai oleh panelis adalah sorbet dengan
penambahan liqueur proses ekstraksi cara A sebanyak 5%. Pembuatan sorbet
menggunakan liqueur dengan pengekstraksian kayu manis menggunakan cara ekstraksi
B menghasilkan aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibanding liqueur dengan
pengekstraksian cara A. Aktivitas antioksidan tertinggi didapat pada sorbet liqueur 15%
dengan cara ekstraksi B.