Abstract :
Sumber daya yang utama dalam KAP adalah auditor Kinerja suatu KAP sangat ditentukan oleh kondisi dan perilaku auditor yang dimilikinya. Salah satu bentuk perilaku yang dapat merusak kondisi kinerja perusahaan tersebut adalah keinginan berpindah (turnover intentions) yang berujung pada keputusan auditor untuk meninggalkan pekerjaannya. Salah satu anteseden utama dari tingginya keinginan auditor untuk berpindah pekerjaan adalah stress kerja yang mengakibatkan KAP harus mengeluarkan biaya tinggi akibat adanya biaya pelatihan untuk auditor baru sehingga perlu dicarikan solusinya. Pendekatan yang paling ideal untuk dilakukan adalah dengan melakukan pendekatan organisasi sehingga variabel dipilih untuk membantu menurunkan stress kerja yang dialami yang dapat juga berpengaruh untuk menekan turnover intentions. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah variable komunikasi organisasional dapat digunakan untuk menekan turnover intentions yang terjadi di KAP melalui stress kerja. Penelitian ini menemukan bahwa stress kerja dapat me-mediasi penuh hubungan pengaruh antara komunikasi organisasional dengan turnover intentions yang berarti bila komunikasi organisasional yang diterapkan oleh auditor makin tinggi maka stress kerja yang dialami auditor akan menurun sehingga turnover intentions auditor juga menurun menjadi tidak mengkhawatirkan untuk KAP.