Abstract :
Fillet tuna merupakan salah satu bahan pangan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat.
Sebelum mengalami pengolahan lebih lanjut maka fillet tuna perlu dicuci terlebih dahulu
untuk menghilangkan kotoran dan mikroorganisme. Proses pencucian dapat dilakukan
dengan Electrolyzed Acidifying Water (EAW) yang memiliki potensi oksidasi reduksi yang
tinggi serta dapat berfungsi sebagai desinfektan. Potensi oksidasi reduksi tersebut dapat
menginaktifkan pertumbuhan mikroorganisme. Pencucian dengan EAW juga merupakan
alternative pengganti untuk klorin yang dapat menimbulkan masalah kesehatan. Tujuan
penelitian ini adalah untuk menentukan perbandingan efektifitas desinfeksi EAW dan
klorin pada fillet ikan tuna berdasarkan perubahan fisik, kimia dan mikrobiologi selama
penyimpanan dingin. Pada penelitian ini, fillet tuna akan diberi 5 perlakuan yaitu control
(tanpa perendaman), direndam dalam EAW selama 2, 3 dan 5 menit serta perendaman
dalam klorin selama 5 menit. Setelah dilakukan perendaman maka fillet tuna disimpan di
refrigerator dengan suhu 40C selama 7 hari. Selama 7 hari akan dilakukan analisa yang
meliputi fisik (warna, berat dan water holding capacity (WHC)), kimia (pH, trimetilamin
(TMA) dan kadar air) dan mikrobiologi (total plate count (TPC) dan keberadaan
Salmonella serta Escherichia coli). Berdasarkan analisa warna tidak tampak perbedaan
yang nyata baik yang direndam dalam EAW maupun klorin. Meskipun pada penyimpanan
hari ke-7 warna fillet menjadi coklat. Pada analisa berat, fillet tuna yang direndam dalam
klorin mengalami penurunan berat lebih sedikit daripada yang direndam dalam EAW dan
kontrol. Berdasarkan hasil analisa WHC, terjadi penurunan selama penyimpanan pada
perlakuan control, perendaman EAW maupun klorin. Hasil analisa pH selama penyimpanan
menunjukkan adanya peningkatan nilai pada perlakuan control, perendaman EAW maupun
klorin. Hasil analisa TMA tidak menunjukkan perbedaan yang nyata antar perlakuan
perendaman meskipun selama penyimpanan terjadi peningkatan nilai TMA. Hasil analisa
TPC menunjukkan perendaman selama 2 menit dalam EAW mampu menurunkan jumlah
mikroorganisme paling tinggi dan dapat bertahan hingga penyimpanan hari ke-3.
Sementara pada hasil pengujian keberadaan Salmonella dan E.coli tidak ditemukan kedua
bakteri tersebut pada perlakuan control dan perendaman dengan klorin dan EAW.