Abstract :
Penelitian tentang target difficulty, target flexibility, dan predominant use of targets for decision making dikembangkan dari penelitian sebelumnya milik Markus dan Martin (2014) pada bagian produksi. Kinerja seseorang dalam departemen produksi dapat dipengaruhi dengan tingkat kesulitan target dengan mempertimbangkan target flexibility dan predominant use of targets for decision making sebagai variabel yang dapat dikatakan berpengaruh terhadap kinerja seseorang tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah ada perbedaan antara kinerja individu dengan target flexibility dan kinerja individu non target flexibility. Pengambilan data dari penelitian ini dilakukan dengan cara eksperimen, partisipan penelitian adalah mahasiswa akuntansi UNIKA Soegijapranata, yang dikondisikan sebagai karyawan departemen produksi suatu perusahaan dengan random sampling.
Berdasarkan dari hasil analisis yang sudah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa bahwa lebih baik kinerja dengan target flexibility dan dengan dukungan dari predominant use of targets for decision making daripada kinerja non target flexibility dengan didukung predominant use of targets for decision making.