Abstract :
Pekerjaan audit pada masa sekarang sangat dibutuhkan di semua perusahaan
untuk usaha meningkatkan isi informasi bagi pengambilan keputusan serta pihak
yang melakukan audit bebas dari campur tangan orang lain. Auditor sebelum
mengeluarkan opini audit dalam laporan audit, terlebih dahulu melakukan
prosedur audit yang berlandaskan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP).
Berlandaskan SPAP tentu mengeluarkan biaya dan waktu yang lama. Hal inilah
yang menimbulkan tekanan bagi auditor.Untuk meminimalisir hal tersebut,
auditor cenderung melakukan penyimpangan yaitu mengabaikan atau
menghentikan beberapa prosedur audit yang disebut dengan penghentian prematur
atas prosedur audit. Penelitian ini menganalisis faktor faktor yang mempengaruhi
penghentian prematur atas prosedur audit.
Pengujian ini menggunakan metode kuesioner kepada 43 auditor yang ada di
Kantor Akuntan Publik kota Semarang. Hasil pengujian analisis regresi dengan
menggunakan SPSS menunjukkan bahwa faktor audit risk memiliki pengaruh
positif terhadap penghentian prematur atas prosedur audit, faktor review
procedure and quality control memiliki pengaruh negatif terhadap penghentian
prematur atas prosedur audit, faktor materialitas berpengaruh positif terhadap
penghentian prematur atas prosedur audit, faktor pengalaman audit tidak
berpengaruh terhadap penghentian prematur atas prosedur audit, faktor locus of
control external berpengaruh terhadap penghentian prematur atas prosedur audit,
faktor turnover intentions berpengaruh negatif terhadap penghentian prematur atas
prosedur audit, faktor sifat machiavellian tidak berpengaruh terhadap penghentian
prematur atas prosedur audit.