Abstract :
Indonesia merupakan negara yang kaya budaya dan keragaman etnik dari Sabang
sampai Merauke. Setiap daerah yang ada di Indonesia memiliki ciri khas kebudayaan
masing-masing. Khususnya Suku Dayak Iban di Kalimantan Barat yang mempunyai tradisi
dan adat-istiadat dalah hal merajah tubuh. Sayangnya, seiring dengan masuk nya era
globalisasi, masyarakat Indonesia khususnya dewasa muda, telah meninggalkan budaya
bangsanya sendiri dan cenderung untuk lebih mengikuti dan mempopulerkan kebudayaan
asing sehingga kearifan dan nilai luhur dari seni rajah Suku Dayak Iban mulai punah,
dilupakan, bahkan tidak lagi dikenal oleh bangsa Indonesia sendiri.
Pengaruh dari era globlasisasi dan era modernitas dari kebudayaan asing yang
masuk ke Indonesia memang sudah tidak bisa dielakkan, sehingga hal yang dapat
dilakukan adalah tetap mengikuti perkembangan zaman tanpa mengkesampingkan segala
yang menjadi tanggung jawab warga negara untuk tetap menjaga dan melestarikan
budaya yang ada didalam negara tersebut. Dengan memberikan informasi dan
mengedukasi generasi muda tentang masih adanya budaya seni rajah tradisi di era yang
modern ini, maka secara tidak langsung akan merevitalisasi dan menghidupkan kembali
eksistensi seni rajah tradisi, sehingga dapat dikenal dan disandang oleh masyarakat luas.
Sehingga bila tato memang lagi tidak dikenakan sebagai sebuah tanda dan identitas, ia
akan tetap hidup sebagai hasil dari seni dan tradisi di Kalimantan Barat. Selanjutnya kita
akan memiliki generasi yang paham tentang baik dan buruknya, juga sejarahnya. Dengan
demikian tidak mudah terjadi latah untuk bertato tanpa memahami makna di dalamnya.