DETAIL DOCUMENT
STUDI IN-VITRO EFEKTIVITAS PEKTIN KULIT BUAH PISANG (Musaceae sp.) SEBAGAI PENGIKAT LOGAM BERAT KADMIUM DAN TEMBAGA
Total View This Week0
Institusion
Universitas Katolik Soegijapranata
Author
PUTRA, BENEDICTUS RYZA TJAHJA
Subject
Food safety 
Datestamp
2022-11-25 07:59:36 
Abstract :
Logam berat merupakan unsur penyusun kerak bumi yang tidak dapat terdegradasi dan mampu menggangu kesehatan manusia ketika terakumulasi dalam tubuh. Kadmium (Cd) dan tembaga (Cu) termasuk ke dalam logam berat. Reduksi logam berat dapat dilakukan dengan menggunakan adsorben seperti pektin yang akan mengadsorpsi logam berat dengan gugus aktif. Senyawa pektin pada kulit pisang diharapkan mampu berperan sebagai adsorben pada logam berat dengan memanfaatkan faktor suhu dan waktu kontak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pektin dari kulit pisang dalam mengikat logam berat dan dampak dari penggunaan varietas pisang yang berbeda (ambon, kepok, dan raja) serta lama waktu kontak terhadap kemampuan pektin dalam proses penyerapan logam berat pada media pencernaan manusia secara in-vitro. Penelitian ini terbagi menjadi penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Pada penelitian pendahuluan digunakan bahan dari kulit buah pisang dengan perlakuan penggunaan tiga varietas berbeda: kulit pisang kepok, raja, dan ambon. Dilakukan ekstraksi pada sampel pada suhu 95°C selama 80 menit hingga didapatkan pektin kering. Pektin tersebut dikontakkan dengan logam Cd dan Cu masing-masing selama 30, 60, dan 90 menit. Waktu kontak yang paling efektif didapatkan dari hasil recovery logam tertinggi pada penelitian pendahuluan dan waktu tersebut digunakan pada penelitian utama dengan variasi waktu +30 menit dan -30 menit dari waktu kontak efektif, guna mengetahui pola penyerapan logam oleh pektin tersebut. Secara umum, hasil yang didapatkan dari penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa ketiga pektin dapat bekerja secara efektif pada waktu kontak 90 menit. Pada penelitian utama digunakan pektin komersial sebagai acuan mutu dan sebagai kontrol. Hasil penelitian ini diketahui bahwa pektin dari kulit buah pisang kepok, raja, ambon, dan pektin komersial memiliki nilai recovery antara 56% hingga 90,5%, dan kombinasi pektin kulit pisang ambon dengan waktu 120 menit menghasilkan daya serap tertinggi pada logam Cd dan Cu dengan nilai recovery secara berurutan yaitu 72,1% dan 85,2%. 
Institution Info

Universitas Katolik Soegijapranata