Abstract :
Bakteri asam laktat merupakan jenis bakteri yang menguntungkan dimana salah satu
fungsinya adalah sebagai pengawet alami karena potensi antimikroba yang dimilikinya.
Bakteri asam laktat dapat tumbuh baik pada berbagai lingkungan terutama pada produk
fermentasi susu, sayur, buah, dan daging. Kondisi lingkungan yang berbeda selama
fermentasi akan menghasilkan bakteri asam laktat yang beragam. Fermentasi selama 7
hari dalam pembuatan asinan rebung yang dilakukan oleh Wijaya (2014) sudah terbukti
dapat menghasilkan bakteri asam laktat genus Lactobacillus yang memiliki kemampuan
antimikroba. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengindentifikasi genus bakteri
asam laktat asinan rebung bambu ampel (Bambusa vulgaris) selama 4 dan 10 hari serta
mengetahui potensi antimikroba yang dimiliki dalam menghambat pertumbuhan
Staphylococcus aureus (FNCC 0047) dan Eschericia coli (FNCC 0091). Pembuatan
asinan rebung dilakukan dengan mencelupkan rebung bambu ampel dalam larutan
garam 5%. Fermentasi dikondisikan pada suhu 300C selama 4 dan 10 hari. Pengujian
yang dilakukan meliputi identifikasi bakteri asam laktat berdasarkan pewarnaan gram,
pewarnaan spora, uji katalase, uji motilias, uji pembetukan gas, kemampuan
pertumbuhan bakteri asam laktat pada kadar NaCl 6,5% dan 18%, pH 4,4 dan 9,6, serta
suhu 100C dan 450 C. Kemudian dilakukan pengujian aktivitas antibakteri terhadap
Staphylococcus aureus (FNCC 0047) dan Eschericia coli (FNCC 0091) dengan metode
sumuran difusi agar. Hasil identifikasi bakteri asam laktat menunjukkan asinan rebung
bambu ampel yang difermentasi selama 4 hari menghasilkan 22 isolat bakteri asam
laktat dan sesuai dengan ciri-ciri dari genus Lactobacillus sedangkan pada asinan
rebung bambu ampel yang difermentasi selama 10 hari menghasilkan 19 isolat bakteri
asam laktat dan sesuai dengan ciri-ciri genus Lactobacillus. Bakteri asam laktat genus
Lactobacillus memiliki ciri-ciri yaitu merupakan bakteri gram positif, tidak membentuk
spora, katalase negatif, homofermentatif atau heterofermentatif, mampu hidup pada
kadar garam 6,5%, pH 4.4, dan suhu 450C. Fermentasi rebung bambu ampel selama 4
dan 10 hari menghasilkan bakteri asam laktat yang berpotensi sebagai antimikroba.
Hasil pengujian aktivitas antimikroba menunjukkan bahwa Lactobacillus memiliki
kemampuan yang baik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus
(FNCC 0047) dan Eschericia coli (FNCC 0091). Lactobacillus memiliki aktivitas
antimikroba yang berasal dari senyawa antimikroba seperti asam organik, hidrogen
peroksida, serta bakteriosin. Fermentasi selama 4 hari menghasilkan bakteri asam laktat
dengan aktivitas antimikroba yang lebih besar daripada bakteri asam laktat hasil
fermentasi 10 hari. Isolat bakteri asam laktat hasil fermentasi 4 hari yang menghasilkan
zona bening paling luas adalah pada isolat A31 sedangkan isolat bakteri asam laktat
hasil fermentasi 10 hari yang menghasilkan zona bening paling luas adalah pada isolat
B8. Perbedaan aktivitas antimikroba yang dihasilkan oleh bakteri asam laktat hasil
fermentasi 4 dan 10 hari dapat disebabkan karena kondisi lingkungan berbeda sehingga
menghasilkan isolat bakteri asam laktat yang berbeda.