Abstract :
Penelitian ini menguji relevansi nilai laporan keuangan (laba, arus kas dan nilai buku)
berdasarkan siklus hidup (life cycle) perusahaan. Penelitian ini penting dilakukan mengingat
penelitian-penelitian sebelumnya tidak memasukkan nilai buku dalam model prediktor
relevansi nilai perusahaan. Alasan mendasar mengenai pentingnya penelitian ini dilakukan
di Indonesia adalah penelitian yang menguji relevansi nilai laba, arus kas dan nilai buku
ekuitas dengan mempertimbangkan siklus hidup perusahaan belum pernah dilakukan di
Indonesia. Penggunaan variabel siklus hidup perusahaan sebagai pembeda didasarkan pada
kenyataan bahwa tiap-tiap tahap siklus hidup perusahaan memiliki karakteristik yang
berbeda-beda.
Penelitian ini menggunakan teori valuasi Ohlson (1995) dan teori siklus hidup
perusahaan. Penelitian ini menduga bahwa pertama, laporan keuangan memiliki relevansi
nilai untuk investor. Kedua, relevansi nilai laporan keuangan perusahaan pada tahap awal
lebih tinggi daripada relevansi nilai laporan keuangan perusahaan pada tahap pertumbuhan,
dewasa dan lebih rendah pada tahap penurunan. Ketiga, relevansi nilai laporan keuangan
perusahaan pada tahap pertumbuhan lebih tinggi daripada relevansi nilai laporan keuangan
perusahaan pada tahap dewasa, dan lebih rendah pada tahap penurunan. Keempat, relevansi
nilai laporan keuangan perusahaan pada tahap dewasa lebih rendah daripada relevansi nilai
laporan keuangan perusahaan pada tahap penurunan.
Hasil pengujian ini menunjukkan: 1) Laba bersih kejutan, arus kas bersih kejutan dan
nilai buku ekuitas kejutan memiliki relevansi nilai untuk investor saham; 2) relevansi nilai
laporan keuangan pada perusahaan tahap awal lebih rendah dibandingkan dengan relevansi
nilai laporan keuangan pada perusahaan tahap pertumbuhan dan dewasa. Relevansi nilai
laporan keuangan pada perusahaan tahap awal juga lebih rendah dibandingkan dengan
relevansi nilai laporan keuangan pada perusahaan tahap penurunan; 3) relevansi nilai
laporan keuangan pada perusahaan tahap pertumbuhan lebih besar dibandingkan dengan
relevansi nilai laporan keuangan pada perusahaan tahap dewasa dan penurunan; 4) relevansi
nilai laporan keuangan pada perusahaan tahap penurunan lebih besar dibandingkan dengan
relevansi nilai laporan keuangan pada perusahaan tahap pada tahap dewasa.