Abstract :
Aktivitas manusia dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Ikan teri
merupakan salah satu jenis ikan yang kaya akan protein dan mudah diperoleh
karena penyebarannya luas di daerah perairan wilayah Indonesia. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat konsumsi ikan teri (Stolephorus
sp.) warga Warung I (RT 01/RW 03), Warung II (RT 03/RW 03), dan Warung III
(RT 02/RW 04) sebagai salah satu sumber protein hewani di Dusun Sekutis, Desa
Tabet, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal dan mengevaluasi asupan gizi
(garam dan protein) dan risiko keamanan pangan (logam Cd dan formalin) yang
berasosiasi dengan konsumsi ikan teri. Analisa dari logam Cd menggunakan AAS,
formalin menggunakan spektrofotometri, garam dan protein menggunakan analisa
kimia. Analisa data menggunakan SPSS versi 13 for Windows dan Microsoft
Excel 2003.
Dalam setiap pengambilan ikan teri terdapat perbedaan pada kadar air, garam,
formalin, dan logam Cd serta kadar protein. Kadar garam pada ikan teri WR III
paling tinggi yaitu 18,97 ± 2,14%. Kadar protein pada ikan teri WR II paling
tinggi yaitu 58,79 ± 3,13%. Kadar air pada ikan teri WR III tertinggi yaitu 44,23 ±
2,76%. Kadar formalin pada ikan teri WR III tertinggi yaitu 392,08 ± 446,53 μg/g.
Kadar logam Cd pada ikan teri WR III paling tinggi yaitu 0,44 ± 0,14 μg/g.
Tingkat konsumsi ikan teri kering paling tinggi yaitu pada WR I sebesar 10,11 –
27,18 g (konsumen perempuan) dan 9,87 – 16,95 g (konsumen laki – laki) dan
pada ikan teri basah yaitu WR III sebesar 12,75 – 26,28 g (konsumen perempuan)
dan 12,51 – 23,04 g (konsumen laki – laki). Asupan Garam tertinggi ada pada WR
III dengan konsumen perempuan dan laki - laki yaitu 2,05 – 5,46 g/minggu dan
2,02 – 4,79 g/minggu. Asupan formalin paling tinggi terdapat pada WR III dengan
konsumen perempuan dan laki – laki yaitu 242,69 – 19.985,90 μg/minggu dan
238,12 – 17.521,88 μg/minggu. Asupan protein tertinggi ada pada WR I dengan
konsumen perempuan dan laki – laki yaitu 4,90 – 13,17 g/minggu dan 4,78 – 8,22
g/minggu. Asupan logam Cd tertinggi ada pada WR III dengan konsumen
perempuan dan laki – laki yaitu 3,76 – 16,00 μg/minggu dan 3,69 – 14,03
μg/minggu. MTWI paling tinggi terdapat pada WR I dengan konsumen
perempuan dan laki – laki yaitu 5,24 – 7,71 μg/kb BB dan 5,49 – 6,25 μg/kg BB.
Nilai HQ paling tinggi ada pada WR III dengan konsumen perempuan dan laki –
laki yaitu 0,74 – 2,10 dan 0,76 – 2,37. MCL tertinggi ada pada WR I dengan
konsumen perempuan dan laki – laki yaitu 12,95 – 26,81 g/minggu dan 10,49 –
28,09 g/minggu. Selain itu, konsumsi ikan teri memberikan kostribusi protein
yang tinggi pada konsumen perempuan di WR I, WR II, dan WR III yaitu 16,0 ±
7,0%; 17,0 ± 5,52; 10,6 ± 4,3%.