Abstract :
Autisme merupakan gangguan perkembangan pervasif (pervasif
Developmental Disorder) yang ditandai dengan gangguan kualitatif dalam
interaksi sosial, komunikasi, perilaku, minat dan kegiatan. Anak autis non
verbal adalah anak autis yang memiliki kesulitan berkomunikasi dengan
bahasa atau berbicara, tidak mengerti bahasa gerak atalJ isyarat sehingga
memiliki hambatan (jalam mengekspresikan keinginannya. Keterbatasan
komunikasi dalam melakukan komunikasi yang efektif menyebabkan anak
berperilaku negatif seperti perasaan tertekan, agresif, menyakiti di[i
sendiri, temper tantrum dan frustasi. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui efek penerapan COMPIC dalam meningkatkan kemampuan
komunikasi pada anak autis non verbal. COMPIC merupakan alat bantu
visual y'ang bertujuan untuk menjembatani komunikasi pada anak autis
non verea!. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen model single
subjek design, yaitu penelitian eksperimen dengan menggunakan satu
subyek. Penelitian ini menggunakan paradigm a A-B-A. Alat yang
digunakan dalam pengumpulan data adalah rating scale kemampuan
komunikasi ana autis non verbal. Pengujquran dilakukan pada pada saat
baseline, treatment, paska perlakuan dan evaluasi.Hasil dari penelitian ini
menunjukkan bahwa ada pengaruh penerapan COMPIC dalam
meningkatkan kemampuan komunikasi anak autis non verbal. Hal ini
terlihat dari peningkatan skor rating scale dan respon munculnya
spontanitas pada anak autis non verbal.
Kata kunci : Autisme, metode COMPIC, Kemampuan komunikasi.