Abstract :
Perusahaan dapat digambarkan sebagai suatu kumpulan dana yang berasal dari
berbagai sumber seperti para investor, kreditur, dan dari laba yang diperoleh
perusahaa. Dalam suatu kegiatan usaha yang berjalan aktif, dana ini mengalir
secara berkesinambungan dan mengalami perubahan dalam suatu periode
akuntansi. Perubahan aliran dana ini dikenal sebagai keuangan perusahaan. Istilah
manajemen keuangan mengandung arti bahwa pengelolaan keuangan perusahaan
diarahkan sesuai dengan suatu rencana yang dapat mendukung tercapainya tujuan
perusahaan. Dalam PT. IMI pengelolaan keuangan ditangani oleh bagian
keuangan yang bertugas untuk mengumpulkan, menganalisis, dan memantau
beraneka ragam data yang diperoleh dari satuan kerja dan bidang fungsional lain
dalam perusahaan untuk membuat suatu pelaporan keuangan yang mudah
dipahami dan digunakan oleh pihak-pihak yang bersangkutan. Pentingnya tugas
dari satuan kerja bidang keuangan membuat pengendalian dan pengawasan kerja
dari satuan ini juga penting, oleh karena itu dibutuhkan suatu alat untuk menilai
kinerja satuan kerja yang mengurus bidang keuangan dalam perusahaan. Salah
satu alat menilai kinerja ini adalah audit manajemen.
Menurut Alejandro R. Gorospe (Tunggal, 1992, h.2) audit manajemen adalah
suatu teknik yang secara teratur dan sistematis digunakan untuk menilai efektifitas
unit atau pekerjaan dibandingkan dengan standar-standar perusahaan dan industri,
dengan menggunakan petugas yang bukan ahli dalam lingkup obyek yang
dianalisis, untuk meyakinkan manajemen bahwa tujuannya dilaksanakan, dan
keadaan yang membutuhkan perbaikan ditemukan. Dari pengertian ini diketahui
bahwa audit manajemen dapat digunakan sebagai alat pendeteksi adanya suatu
keadaan yang tidak wajar dalam perusahaan sehingga dapat dilakukan perbaikan
yang diperlukan sedini mungkin.
Audit manajemen pada PT. IMI dilakukan karena kurang maksimalnya fungsi
perencanaan yang menjadi tugas bagian keuangan. Pembuatan perencanaan ini
merupakan hal yang penting dalam menentukan arah aktivitas yang dilakukan
untuk mencapai tujuan perusahaan, sehingga tidak adanya fungsi ini dapat
berakibat pada terjadinya pembengkakan biaya dan kurangnya koordinasi dalam
pencapaian tujuan perusahaan. Agar audit manajemen yang dilaksanakan pada PT.
IMI mencapai sasarannya, maka digunakan empat obyek audit yang akan diteliti,
yaitu sasaran finansial perusahaan, perencanaan keuangan, organisasi perusahaan,
dan pengendalian keuangan.
Hasil analisis pada sasaran finansial perusahaan menunjukkan bahwa rasio
likuiditas dan rasio leverage PT. IMI sudah bagus, namun pada rasio aktivitas, PT.
IMI mengalami kecenderungan penumpukan persediaan karena rasio perputaran
persediaan semakin menurun, namun nilai persediaan yang tercantum dalam
neraca perusahaan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hasil dari rasio
profitabilitas PT. IMI telah menunjukkan adanya peningkatan yang berarti bahwapihak manajemen telah dapat menghasilkan laba dan pengembalian atas investasi
yang cukup memuaskan.
Hasil analisis ini dapat memberikan penilaian bahwa manajemen telah berhasil
dalam mencapai sasaran finansial perusahaan, yaitu mencapai laba yang
semaksimal mungkin, namun dalam hal pengelolaan persediaan yang melibatkan
perencanaan pihak manajemen dinilai kurang berhasil. Dukungan terhadap
pencapaian sasaran finansial perusahaan juga ditunjukkan pada kepatuhan bagian
keuangan dalam melaksanakan sistem pengendalian keuangan, yang diperkuat
dengan tidak ditemukannya kesalahan otorisasi maupun prosedur dalam sampel
dokumen yang diambil dalam penelitian ini.
Hasil analisis juga menunjukkan bahwa perencanaan keuangan yang telah
diterapkan bagian keuangan telah disusun sesuai dengan kriteria perencanaan
keuangan yang baik, tetapi rencana keuangan tersebut tidak disusun secara
spesifik dalam bentuk budgeting sehingga tidak ada koordinasi yang baik dalam
pelaksanaan rencana tersebut. Sedangkan struktur organisasi PT. IMI sudah baik
dan sesuai dengan prinsip organisasi. Struktur organisasi ini juga sudah
mendukung sistem pengendalian internal perusahaan, karena adanya pemisahan
fungsi yang jelas, namun dalam penyusunan struktur organisasi ini tidak disertai
dengan pembuatan dokumentasi job description yang jelas.
Pengendalian keuangan perusahaan yang dianalisis dengan menggunakan
kuesioner menunjukkan bahwa secara keseluruhan sistem pengendalian
perusahaan sudah bagus dan memenuhi syarat pengendalian menurut sistem
informasi akuntansi, namun dari hasil kuesioner tersebut juga memperkuat
indikasi adanya kelemahan dari sistem perencanaan perusahaan, dimana
perusahaan mengakui tidak adanya pembuatan budgeting dan proyeksi arus kas
walaupun secara sederhana sehingga tidak ada alat yang digunakan untuk
mengontrol hasil penjualan dan biaya operasional.
Rekomendasi yang diberikan untuk mengatasi masalah-masalah yang terjadi pada
PT. IMI ini adalah penghitungan kembali EOQ untuk barang produksi sendiri dan
E