Abstract :
Didalam malaksanakan aktivitasnya, suatu perusahaan membutuhkan faktor
produksi yang saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Dari faktor-faktor
tersebut, struktur organisasi merupakan salah satu faktor penting yang dapat
mempengaruhi efektivitas pencapaian tujuan organisasi. Penelitian ini secara empiris
menguji untuk mengetahui pengaruh dari ketidakpastian lingkungan terhadap
kerakteristik sistem informasi akuntansi menajemen, dan struktur organisasi
desentralisasi dijadikan sebagai variabel moderating.
Sistem Informasi akuntansi manajemen itu sendiri adalah suatu mekanisme
kontrol organisasi serta merupakan alat yang efektif didalam menyediakan informasi
yang bermanfaat guna memprediksi konsekuensi yang mungkin terjadi dari berbagai
aktivitas yang bisa dilakukan. Sistem informasi akuntansi manajemen tersebut
mempunyai empat karakteristik yaitu: broad scope, timeliness, aggregation, integration.
Keempat karakteristik informasi akuntansi manajemen itu akan menjadi efektif apabila
mendukung kebutuhan pengguna informasi atau pengambil keputusan. Hal ini sejalan
dengan pendekatan kontijensi (Outley, 1980) bahwa tingkat ketersediaan dari masingmasing
karakteristik sistem akuntansi manajemen itu mungkin tidak selalu sama untuk
setiap organisasi tetapi ada faktor lainnya yang akan mempengaruhi tingkat keutuhan
akan informasi akuntansi manajemen. Ketidakpastian lingkungan merupakan salah satu
faktor yang mempengaruhi karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen.
Lingkungan yang semakin tidak pasti dalam suatu perusahaan akan mempengaruhi
karakter informasi yang semakin tidak pasti dalam suatu perusahaan akan mempengaruhi
karakter informasi yang dimiliki oleh perusahaantersebut akan semakin
berkarakrakteristik sistem akuntansi manajemen. Faktor lain yang mempengaruhi adalah
desentralisasi. Dengan adanya desentralisasi ini menyebabkan andalan guna mendukung
kualitas keputusan, konsekuensinya yaitu: Informasi Akuntansi Manajemen.
Dalam penelitian ini ada limahipotesa untuk menguji pengaruh ketidakpastian
lingkungan terhadap sistem Informasi akuntansi manajemen, desentralisasi sebagai
variabel moderating digunakan analisis regresi linear sederhana dan regresi berganda baik
sistem informasi akuntansi manajemen secara simultan dan secara parsial. Penelitian ini
dilakukan pada 30 perusahaanManufaktur yang tersebar di Semarang dengan menyebar
150 kuesioner dan kembali 91 yang berarti terdapat 55,3% respon rate dari responden.
Namun yang digunakan dalam penelitian hanya 83 kuesioner karena terdapat 8 kuesioner
yang tidak dapat dipakai, karena tidak lengkap jawabannya.
Hasil penelitian menunjukkan dukungan kelima hipotesis bahwa desentralisasi
dapat dijadikan sebagai sebagai variabel moderating. Bahwa desentralisasi dan
ketidakpastian lingkungan memiliki interksi hubungan pengaruh yang positif terhadap
karakteristik sistem akuntansi informasi manajemen, sehingga dapat disimpulkan bahwa
interaksi antara ketidakpastian lingkungan dan desentralisasi memiliki pengaruh
signifikan positif terhadap penerapan sistem informasi akuntansi manajemen.