Abstract :
Sistem evaluasi kinerja manajemen ( managerial perfomance evaluation
system ) sangat diperlukan perusahaan berkaitan dengan fungsi pengendalian.
Selain untuk mengevaluasi prestasi kerja, sistem tersebut dapat pula digunakan
oleh manajemen puncak sebagai alat untuk memotivasi para manajer pada jenjang
yang lebih rendah. Penerapan sistem evaluasi kinerja manajemen ini dapat
didasarkan pada informasi non akuntansi maupun informasi akuntansi. Sistem
penilaian kinerja yang didasarkan pada informasi akuntansi ( RAPM tinggi ) akan
dapat menurunkan adanya perilaku menyimpang. Informasi akuntansi ( anggaran )
dapat menunjukkan cara melihat hasil dari sisi yang sama yaitu yang bersifat
kuantitatif. Informasi akuntansi yang berupa anggaran, sebaiknya penyusunannya
melibatkan manajer pada jenjang yang lebih rendah sehingga anggaran tersebut
dapat sesuai dengan kemampuan, kebutuhan , dan kondisi yang dihadapi oleh
manajer yang bersangkutan. Hal ini akan menimbulkan semangat pada diri
manajer yang bersangkutan untuk mencapai anggaran tersebut. Selain itu, dengan
kemungkinan besar anggaran tersebut dapat tercapai berarti akan meminimalkan
perilaku menyimpang manajer yang dinilai kinerjanya tersebut dengan informasi
akuntansi. Oleh karena itu, penelitian ini bermaksud untuk menguj iapakah
keikutsertaan middle manajer dalam penyusunan anggaran ( budget ) mempunyai
pengaruh terhadap perilaku manajer yang kinerjanya dinilai dengan informasi
akuntansi ( RAPM tinggi ) pada perusahaan-perusahaan industri besar di
Kabupaten Semarang.
Penelitian ini menggunakan data dari 13 perusahaan manufaktur berskala
besar, yang terdaftar pada BPS, 2001. Data diperoleh dengan menyebarkan
kuisioner yang diisi oleh middle manajer atau setingkatnya pada masing-masing
perusahaan tersebut. Dari hasil penyebaran kuisioner, terdapat 53 kuisioner yang
dapat digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil pengujian
regresi berganda dengan memasukkan variabel keikutsertaan/partisipasi
penyusunan anggaran sebagai variabel moderating, maka diperoleh nilai
signifikansi variabel interaksi ( RAPM * Partisipasi ) adalah sebesar 0,680, dan
nilai t sebesar –0,415. Nilai signifikansi tersebut lebih besar dari 0,05. Hal ini
berarti bahwa variabel interaksi tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap
perilaku menyimpang, sehingga hipotesis ini ditolak.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa keikutsertaan dalam penyusunan
anggaran tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perilaku manajer
yang dinilai dengan informasi akuntansi ( tingkat RAPM tinggi) atau dengan kata
lain hipotesis dalam penelitian ini ditolak. Hasil penelitian ini bertentangan
dengan hasil penelitian penelitian Eko Hariyanto dan Margani Pinasti ( 2002 ) bahwa keikutsertaan manajer yang dinilai dalam penyusunan mempunyai
pengaruh terhadap munculnya perilaku menyimpang dalam penggunaan informasi
akuntansi sebagai kriteria penilaian kinerja.