Abstract :
Setiap perusahaan yang go public mempunyai kewajiban untuk
mempublikasikan laporan keuangan. Dari laporan keuangan tersebut yang menjadi
perhatian investor adalah laporan rugi laba. Laba akuntansi merupakan salah satu
elemen laporan keuangan yang dipandang penting, karena merupakan cerminan
kemampuan manajemen perusahaan dalam mengelola sumberdaya-sumberdaya yang
dipercayakan kepadanya (SAK, 2000). Jika laporan rugi laba mempunyai kandungan
informasi maka investor akan merespon informasi tersebut yang ditandai dengan
adanya abnormal return
Reaksi para investor dapat berbeda-beda tergantung dari analisis dan perilaku
mereka. Reaksi investor tersebut akan berpengaruh terhadap perubahan harga saham
yang kemudian diikuti oleh return saham. ERC didefinisikan sebagai perubahan
return sekuritas sebagai respon terhadap unexpected earnings yang dilaporkan oleh
perusahaan yang mengeluarkan sekuritas tersebut. Respon pasar ditunjukkan melalui
harga saham dan sensitivitas return yang kemudian direfleksikan pada earnings
response coefficient (ERC). Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui apakah
terdapat pengaruh signifikan antara rasio pembayaran deviden dan pengeluaran modal
terhadap ERC dengan variabel kontrol seperti tingkat pertumbuhan, risiko, struktur
modal, dan ukuran perusahaan.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar
di Bursa Efek Jakarta selama tahun 2000 sampai dengan tahun 2003 dan perusahaan
tersebut mempublikasikan laporan keuangannya di harian Bisnis Indonesia.
Berdasarkan criteria diatas maka didapat sampel akhir sebanyak 65 perusahaan
dengan jumlah observasi sebanyak 260. Alat analisis yang digunakan untuk
menganalisis mengenai pengaruh rasio pembayaran deviden dan pengeluaran modal
terhadap ERC adalah regresi berganda dengan model interaksi. Variabel dependen
yang digunakan adalah Cumulative Abnormal Return (CAR), sedangkan variabel
independen yang digunakan adalah interaksi antara dummy variable yang mewakili
rasio pembayaran deviden dengan unexpected earnings, interaksi antara dummy
variable yang mewakili pengeluaran modal dengan unexpected earnings, interaksi
antara tingkat pertumbuhan perusahaan dengan unexpected earnings, interaksi antara
risiko dengan unexpected earnings, interaksi antara struktur modal dengan
unexpected earnings, serta interaksi antara ukuran perusahaan dengan unexpected
earnings.
Pengujian nilai probabilitas hasil penelitian dilakukan pada á = 0,05. Hasil
analisis regresi berganda berhasil membuktikan bahwa rasio pembayaran deviden dan
pengeluaran modal berpengaruh signifikan terhadap earnings response coefficient
(ERC), tetapi tidak satupun variabel kontrol yang berpengaruh signifikan terhadap
earnings response coefficient (ERC).