Abstract :
Perusahaan industri pada dasarnya mempunyai satu atau beberapa elemen
yang sama dengan perusahaan. Kesamaan tersebut salah satunya adalah kesamaan
jenis bahan baku atau supplier, bisa juga berdasar proses produksi yang dipunyai.
Standar klasifikasi industri yang dipakai biasanya menggunakan kriteria struktur
fisik dan teknologi proses produksi serta homogenitas produksi. Faktor
profitabilitas, leverage, intensitas modal dan market share pada perusahaan industri
merupakan rasio yang banyak dipakai untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan
(ROA). Berdasarkan uraian di atas maka dalam penelitian ini, peneliti mengambil
judul “Analisis Pengaruh ROA Industri, Rasio Leverage Keuangan Industri, Rasio
Intensitas Modal Industri, dan Pangsa Pasar Industri Terhadap ROA Perusahaan
Manufaktur yang Go Public di Indonesia “.
Dari hasil pengujian secara simultan antara ROA tertimbang (X1),
Leverage tertimbang (X2), Intensitas Modal Tertimbang (X3), dan Market Share
Tertimbang (X4) pada masing-masing sektor industri terhadap ROA Perusahaan (Y),
dimana diperoleh hasil yang signifikan hanya pada tiga sektor industri yaitu pada
sektor Chemical and Allied, sektor Plastic and Glass, dan sektor Pharmaceuticals.
Sedangkan keenam sektor lainnya tidak berpengaruh signifikan, diantaranya : sektor
Food & Beverage, Apparel & Textile, Metal and Allied Products, Cable,
Automotive dan Textile Mill Products. Dari hasil pengujian dengan SPSS diperoleh
persamaan regresi linier berganda Y = 1,692 + 0,363 x1 + 0,249 x2 - 0,112 x3 +
0,027 x4 + • , dimana hanya ROA tertimbang (X1) yang berpengaruh secara
signifikan dan positif terhadap ROA perusahaan manufaktur, artinya kemampuan
perusahaan industri yang cenderung naik diikuti oleh keuntungan perusahaan
manufaktur. Nilai koefisien determinasi (Adjusted R2) sebesar 0,140. Hal ini berarti
bahwa varians harga saham dapat dijelaskan oleh varian ROA industri (X1); Leverge
industri (X2), Intensitas Modal Industri (X3), dan Market Share Industri (X4) sebesar
14%. Sedangkan sisanya yaitu sebesar 86% dijelaskan oleh variabel lain selain
variabel yang diteliti di atas. Pada pengujian secara parsial diperoleh hasil ROA
tertimbang berpengaruh signifikan terhadap ROA perusahaan manufaktur (Y). Hasil
pengujian hipotesis secara simultan ada pengaruh antara ROA (X1), Leverage (X2),
Intensitas Modal (X3) dan Market Share (X4) pada perusahaan industri terhadap
ROA pada perusahaan manufaktur (Y). Oleh karena itu, keempat variabel bebas di
atas dapat digunakan sebagai pedoman bagi pengambilan keputusan seorang
investor dalam menanamkan sahamnya.
Saran yang dapat penulis berikan antara lain : keuntungan yang diperoleh
perusahaan manufaktur dapat diprediksi dengan memperhatikan faktor ROA,
Leverage, Intensitas Modal dan Market Share. Para investor hendaknya berhati-hati
dalam menanamkan saham agar memperoleh keuntungannya yang maksimal,
dengan memilih tingkat leverage pada perusahaan industri yang baik. Untuk
penelitian selanjutnya, perlu menambah variabel-variabel lain dalam rasio keuangan
yang lain serta perlunya menetapkan perusahaan yang diteliti tidak hanya
perusahaan manufaktur, akan tetapi perusahaan-perusahaan yang sudah go public
agar ruang lingkup penelitian tidak hanya pada perusahaan manufaktur.