Abstract :
Analisis perbedaan penerapan antara metode biaya konvensional
dengan metode activity based costing digunakan untuk mengetahui seberapa
besar pengaruh perbedaan harga pokok tarif kamar hotel diantara kedua
metode tersebut.
Metode penentuan harga pokok dengan metode biaya konvensional
membebankan biaya – biaya yang timbul ke dalam tarif kamar dengan
menggunakan dasar alokasi biaya yang berkaitan dengan volume penjualan.
Metode ini sangat riskan untuk menghasilkan informasi biaya yang akurat,
sehingga secara langsung dapat mempengaruhi pengambilan keputusan
manajemen.
Activity based costing system merupakan metode penentuan harga
pokok dengan menggunakan aktivitas dan cost driver (pemicu biaya) sebagai
sarana untuk menghitung harga pokok tarif kamar hotel. Activity based costing
system ini membebankan biaya produk melalui 2 (dua) tahapan yaitu tahap
pembebanan biaya ke dalam aktivitas yang terjadi dan tahap pembebanan
biaya aktivitas ke dalam produk sesuai dengan konsumsi aktivitas oleh produk
tersebut.
Berdasarkan penelitian dengan metode analisis data yang bersifat
kuantitatif dan kualitatif yang terdiri dari :
1. Data primer yaitu data yang didapat langsung dari sumber aslinya dengan
cara melakukan observasi dan wawancara langsung dengan pihak – pihak
yang terkait pada hotel Patra Jasa Semarang.
2. Data sekunder yaitu data penelitian arsip yang memuat kejadian masa lalu
(historis).
a. Data umum perusahaan : sejarah singkat, struktur organisasi
perusahaan dan fasilitas yang dimiliki perusahaan.
b. Data khusus perusahaan : data penjualan kamar antara tahun 2000 –
2002, data fasilitas kamar, data mengenai aktivitas yang dilakukan
perusahaan dalam melayani konsumen dan data biaya yang
dikeluarkan perusahaan pada tahun 2002.
Maka dapat diketahui bahwa evaluasi terhadap perhitungan harga
pokok tarif kamar Hotel Patra Jasa apabila diukur / dihitung dengan
menggunakan metode activity based costing dan metode biaya konvensional
menunjukkan perbedaan dalam penentuan tarif kamar hotel tiap tipe kamar
sebagai berikut :
vii
Tipe Kamar Tarif Kamar Metode
Konvensional
Tarif Kamar Metode ABC
Superior Single
Superior Double
Deluxe Single
Deluxe Double
Junior Suite
Executive Suite
Rp. 105.476,00
Rp. 223.638,00
Rp. 244.261,00
Rp. 279.530,00
Rp. 286.048,00
Rp. 308.459,00
Rp. 201.945,00
Rp. 213.935,00
Rp. 241.656,00
Rp. 252.708,00
Rp. 316.920,00
Rp. 929.234,00
a. Tipe kamar Superior Single
Tarif kamar superior single dengan menggunakan metode konvensional
adalah sebesar Rp. 105.476,- sedangkan dengan metode ABC sebesar
Rp.201.945,-. Disini terdapat pembebanan biaya terlalu rendah sebesar 48 %
untuk pembebanan biaya konvensional.
b. Tipe kamar Superior Double
Tarif kamar superior double dengan menggunakan metode konvensional
adalah sebesar Rp. 223.638,- sedangkan dengan metode ABC sebesar
Rp.213.935,-. Disini terdapat pembebanan biaya terlalu tinggi sebesar 5 %
untuk pembebanan biaya konvensional.
c. Tipe kamar Deluxe Single
Tarif kamar deluxe single dengan menggunakan metode konvensional
adalah sebesar Rp. 244.261,- sedangkan dengan metode ABC sebesar
Rp.241.656,-. Disini terdapat pembebanan biaya terlalu tinggi sebesar 1 %
untuk pembebanan biaya konvensional.
d. Tipe kamar Deluxe Double
Tarif kamar deluxe double dengan menggunakan metode konvensional
adalah sebesar Rp. 279.530,- sedangkan dengan metode ABC sebesar
Rp.252.708,-. Disini terdapat pembebanan biaya terlalu tinggi sebesar
11 % untuk pembebanan biaya konvensional.
e. Tipe kamar Junior Suite
Tarif kamar junior suite dengan menggunakan metode konvensional adalah
sebesar Rp. 286.048,- sedangkan dengan metode ABC sebesar
Rp.316.920,-. Disini terdapat pembebanan biaya terlalu rendah sebesar
10 % untuk pembebanan biaya konvensional.
f. Tipe kamar Executive Suite
Tarif kamar executive suite dengan menggunakan metode konvensional
adalah sebesar Rp. 308.459,- sedangkan dengan metode ABC sebesar
Rp.929.234,-. Disini terdapat pembebanan biaya terlalu rendah sebesar
67 % untuk pembebanan biaya konvensional.
Sedangkan pada analisis perhitungan laba / rugi penerapan metode