Abstract :
Perkembangan dunia usaha di tingkat global tentunya akan membutuhkan dana
yang sangat besar. Kebutuhan akan dana tersebut, menyebabkan para pengusaha
melakukan beberapa alternatif sumber pendanaan, baik yang bersumber dari
dalam maupun luar perusahaan. Adapun alternatif lain dari luar perusahaan dapat
dilakukan dengan mencari pinjaman, mencari patner bisnis atau menjual sebagian
dari kepemilikan atas perusahaan dalam bentuk efek kepada masyarakat luas
(investor atau pemodal) atau dikenal dengan istilah go public. Pada saat
perusahaan go public di Indonesia (untuk pertama kali menjual saham kepada
masyarakat atau umum), terdapat kecenderungan terjadinya underpricing.
Underpricing terjadi apabila penentuan harga saham saat IPO secara signifikan
lebih rendah dibanding dengan harga yang terjadi di pasar sekunder di hari
pertama. Terjadi underpricing disebabkan oleh adanya asimetri informasi tentang
nilai perusahaan dan permintaan potensial pasar atas saham biasa diantara emiten,
underwriter, dan investor. Kondisi underpricing tidak menguntungkan bagi
perusahaan yang melakukan go public, karena dana yang diperoleh dari go public
tidak maksimum. Para pemilik perusahaan menginginkan agar dapat
meminimalisir underpricing, karena terjadinya underpricing akan menyebabkan
transfer kemakmuran (wealth) dari pemilik kepada investor Penelitian ini
bermaksud untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh signifikan reputasi
auditor, reputasi underwriter, metode akuntansi penyusutan aktiva tetap, umur
perusahaan dan ukuran perusahaan terhadap tingkat underpricing.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 59 perusahaan yang IPOdi
BEJ tahun 2000-2003 yang mengalami underpricing. Alat analisis yang
digunakan untuk analisis mengenai pengaruh reputasi auditor, reputasi
underwriter, metode akuntansi penyusutan aktiva tetap, umur perusahaan dan
ukuran perusahaan terhadap tingkat underpricing adalah regresi berganda.
Variabel proksi tingkat underpricing yang digunakan adalah intial return.
Variabel independen adalah reputasi auditor, reputasi underwriter, metode
akuntansi penyusutan aktiva tetap, umur perusahaan dan ukuran perusahaan, dan
Variabel dependen adalah tingkat underpricing.
Pengujian nilai probabilitas hasil penelitian dilakukan pada a = 0,05. Hasil
analisis regresi berganda berhasil membuktikan variabel independen yang
berpengaruh signifikan terhadap tingkat underpricing hanya ukuran perusahaan.