DETAIL DOCUMENT
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT UNDERPRICING PADA PENERBITAN SAHAM PERDANA DI BURSA EFEK JAKARTA
Total View This Week12
Institusion
Universitas Katolik Soegijapranata
Author
Chandra, Maya Ika
Subject
Stocks 
Datestamp
2017-05-04 03:29:10 
Abstract :
Perkembangan dunia usaha di tingkat global tentunya akan membutuhkan dana yang sangat besar. Kebutuhan akan dana tersebut, menyebabkan para pengusaha melakukan beberapa alternatif sumber pendanaan, baik yang bersumber dari dalam maupun luar perusahaan. Adapun alternatif lain dari luar perusahaan dapat dilakukan dengan mencari pinjaman, mencari patner bisnis atau menjual sebagian dari kepemilikan atas perusahaan dalam bentuk efek kepada masyarakat luas (investor atau pemodal) atau dikenal dengan istilah go public. Pada saat perusahaan go public di Indonesia (untuk pertama kali menjual saham kepada masyarakat atau umum), terdapat kecenderungan terjadinya underpricing. Underpricing terjadi apabila penentuan harga saham saat IPO secara signifikan lebih rendah dibanding dengan harga yang terjadi di pasar sekunder di hari pertama. Terjadi underpricing disebabkan oleh adanya asimetri informasi tentang nilai perusahaan dan permintaan potensial pasar atas saham biasa diantara emiten, underwriter, dan investor. Kondisi underpricing tidak menguntungkan bagi perusahaan yang melakukan go public, karena dana yang diperoleh dari go public tidak maksimum. Para pemilik perusahaan menginginkan agar dapat meminimalisir underpricing, karena terjadinya underpricing akan menyebabkan transfer kemakmuran (wealth) dari pemilik kepada investor Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh signifikan reputasi auditor, reputasi underwriter, metode akuntansi penyusutan aktiva tetap, umur perusahaan dan ukuran perusahaan terhadap tingkat underpricing. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 59 perusahaan yang IPOdi BEJ tahun 2000-2003 yang mengalami underpricing. Alat analisis yang digunakan untuk analisis mengenai pengaruh reputasi auditor, reputasi underwriter, metode akuntansi penyusutan aktiva tetap, umur perusahaan dan ukuran perusahaan terhadap tingkat underpricing adalah regresi berganda. Variabel proksi tingkat underpricing yang digunakan adalah intial return. Variabel independen adalah reputasi auditor, reputasi underwriter, metode akuntansi penyusutan aktiva tetap, umur perusahaan dan ukuran perusahaan, dan Variabel dependen adalah tingkat underpricing. Pengujian nilai probabilitas hasil penelitian dilakukan pada a = 0,05. Hasil analisis regresi berganda berhasil membuktikan variabel independen yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat underpricing hanya ukuran perusahaan. 
Institution Info

Universitas Katolik Soegijapranata