Abstract :
Pengembangan perusahaan dapat dilakukan dengan cara perluasan usaha
(business expansion), yang disebut juga sebagai perluasan usaha secara internal ataupun
perluasan usaha secara eksternal berupa penggabungan usaha (business combination).
Penggabungan usaha adalah penyatuan dua atau lebih perusahaan yang terpisah menjadi
suatu entitas ekonomi karena satu perusahaan menyatu dengan perusahaan lain atau
memperoleh kendali atas aktiva dan operasi perusahaan lain.
Aktivitas ini diharapkan tidak sekedar menggabungkan dua atau lebih
perusahaan menjadi satu dan beroperasi kembali seperti biasanya, tetapi lebih daripada
itu, yaitu lebih pada terbentuknya suatu perusahaan baru yang mempunyai kemampuan
dan kinerja yang lebih baik dibandingkan jika perusahaan-perusahaan tersebut
melakukan usahanya sendiri-sendiri. Dengan dilakukannya merger dan akuisisi
diharapkan dapat meningkatkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan
keuntungan yang lebih besar dari yang sebelumnya.
Metode akuntansi yang diterima dalam praktik untuk menyusun laporan
keuangan bagi perusahaan yang melakukan merger antara lain : metode purchase
(metode pembelian) dan metode pooling of interest (metode penyatuan kepemilikan).
Pemakaian metode akuntansi yang berbeda akan menghasilkan posisi keuangan yang
berbeda dalam pelaporan keuangannya sehingga akan berpengaruh terhadap keputusan
yang akan diambil baik oleh pihak eksternal maupun pihak internal.
Pada metode pooling of interest dasar penilaian yang digunakan dalam
penggabungan usaha adalah nilai buku aktiva dan kewajiban perusahaan yang
diakuisisi, dan tidak akan menyebabkan adanya goodwill pada saat penggabungan,
karena pada prinsipnya transaksi yang terjadi bukanlah transaksi pembelian. Pada
metode purchase prinsip yang digunakan untuk penggabungan usaha adalah seperti
halnya pada transaksi-transaksi pembelian sekelompok aktiva. Dasar penilaian yang
digunakan adalah harga pasar yang disepakati kedua belah pihak. Sehingga aktiva dan
kewajiban perusahaan yang diakuisisi harus dinilai kembali (revaluasi) pada tanggal
terjadinya akuisisi. Penilaian kembali ini akan menyebabkan terjadinya goodwill.
Apabila pemakaian metode akuntansi bersifat informatif, maka akan mempengaruhi
investor dalam pengambilan keputusan investasi. Hal ini akan menimbulkan suatu
reaksi pasar dan dampak bagi perusahaan yang berupa kenaikan ataun penurunan
volume perdagangan, return saham dan kinerja perusahaan (ROE).
Hasil analisisis menunjukkan tidak adanya perbedaan volume perdagangan,
return saham dan kinerja perusahaan yang diuji dengan menggunakan paired sample ttest
baik sebelum maupun ssudah akuisisi.