Institusion
Universitas Katolik Soegijapranata
Author
Handoyo, R.M.Ardian Avrianto
Subject
Auditing
Datestamp
2017-05-05 06:55:14
Abstract :
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepuasan
kerja, komitmen organisasi, dan kepuasan gaji (secara simultan) terhadap
turnover intention auditor di kantor akuntan publik (KAP) Semarang. Kepuasan
kerja diukur berdasarkan empat dimensi kepuasan kerja yaitu kepuasan terhadap
pekerjaan, kepuasan terhadap kesempatan promosi, kepuasan terhadap supervisi,
kepuasan terhadap rekan kerja (Luthan,1997). Komitmen organisasi diukur
dengan instrumen yang dikembangkan oleh Meyer, Allen & Smith (1993), terdiri
dari komitmen afektif, komitmen normatif, dan komitmen keberlangsungan.
Kepuasan gaji merupakan konstruk kepuasan yang multidemensi yang terdiri atas
empat subdimensi: tingkat gaji (pay level), struktur/pengelolaan gaji (pay
structure/administration), peningkatan gaji (pay raise) dan tunjangan (benefit)
menurut Heneman et al. (1988). Turnover intentions (voluntary turnover) diukur
dengan 4 komponen tindakan penarikan diri (withdrawal cognition) yang
dikembangkan oleh Abelson (1987) berupa adanya pikiran untuk keluar,
keinginan untuk mencari lowongan pekerjaan, mengevaluasi kemungkinan
menemukan pekerjaan di tempat lain, dan adanya keinginan untuk berpindah.
Untuk menguji pengaruh variabel kepuasan kerja, komitmen organisasi,
dan kepuasan gaji (secara simultan) terhadap turnover intention auditor
digunakan analisis regresi linear berganda dengan menyebar 133 kuesioner pada
16 kantor akuntan publik di Semarang . Dari jumlah kuesioner yang disebar,
kuesioner yang diterima kembali sebanyak 75 kuesioner yang semuanya dapat
digunakan untuk keperluan analisis. Hal ini menunjukkan bahwa respon rate dari
para responden sebesar 56,4 %. Penelitian ini diukur dengan menggunakan
analisis statistik regresi linear berganda.
Berdasarkan analisis yang dilakukan dalam penelitian ini, menunjukkan
bahwa ada pengaruh negatif dan signifikan antara kepuasan kerja, komitmen
organisasi, dan kepuasan gaji (secara simultan) terhadap turnover intention
auditor, sehingga kepuasan kerja auditor yang tinggi, komitmen auditor terhadap
organisasi yang tinggi dan kepuasan auditor terhadap gaji yang tinggi akan dapat
menurunkan turnover intention auditor di KAP tempat mereka bekerja.