DETAIL DOCUMENT
IDENTIFIKASI DAN PENGUJIAN AKTIVITAS ANTIMIKROBA BAKTERI ASAM LAKTAT YANG DIISOLASI DARI SAYUR ASIN (SAWI PAHIT FERMENTASI) (Brassica juncea (L.) Czernjaew) DALAM LARUTAN GARAM 5%
Total View This Week12
Institusion
Universitas Katolik Soegijapranata
Author
MULYO, SILVIANA
Subject
Food Industry and trade 
Datestamp
2015-11-05 03:07:40 
Abstract :
Bakteri asam laktat (BAL) sering diaplikasikan pada produk pangan karena dapat memperpanjang umur simpan produk, disebabkan oleh kemampuannya menghasilkan senyawa yang bersifat antagonis terhadap mikroba lain, seperti: bakteriosin, hidrogen peroksida dan diasetil. Bakteri asam laktat dapat ditemukan dalam berbagai makanan fermentasi, contohnya susu, sayur-sayuran dan daging. Salah satu bahan pangan yang dapat menjadi habitat bakteri asam laktat adalah sayur asin.Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bakteri asam laktat dari sayur asin dalam kadar garam 5% yang memiliki kemampuan antimikroba terhadap bakteri patogen, khususnya Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Pembuatan sayur asin dilakukan dengan cara menambahkan larutan garam 5% sehingga sayur terendam seluruhnya didalam kontainertertutup. Fermentasi berlangsung selama 7 hari dalam suhu ruang. Metode pengujian meliputi isolasi BAL dan pemurnian untuk mendapatkan isolat tunggal BAL; identifikasi BAL; kemampuan tumbuh isolat pada berbagai pH, suhu dan kadar garam NaCl serta pengujian aktivitas antimikroba terhadap bakteri patogen. Isolasi dan pemurnian dilakukan dengan menggunakan media deMan Rogosa Sharp Agar (MRS Agar) + CaCO3 1%. Metode identifikasi bakteri asam laktat dilakukan dengan menguji karakter morfologikal (bentuk sel, pewarnaan Gram dan pewarnaan spora) dan uji biokimia (produksi gas, uji katalase, uji motilitas) serta uji kemampuan tumbuh isolat pada berbagai pH, suhu dan kadar NaCl.Pengujian aktivitas antimikroba dilakukan dengan menggunakan metode difusi sumuran (well-difusion).Diperoleh 9 isolat yang teridentifikasi sebagai genus Lactobacillus, karena memiliki ciri-ciri yang sesuai, yaitu berbentuk basil, Gram negatif, tidak membentuk spora, katalase negatif, non-motil, dapat tumbuh pada pH 4,4 dan kadar NaCl 6,5%, namun tidak dapat bertahan hidup pada pH 9,6 dan kadar NaCl 18%. Seluruh isolat mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen uji, yaitu Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.Hasil pengujian menunjukkan antimikroba yang dihasilkan oleh bakteri asam laktat dari sayur asin yang difermentasi dalam larutan garam 5% lebih efektif menghambat S. aureus daripa E. coli.Isolat 21 memiliki kemampuan penghambatan yang paling baik dengan diameter zona bening terhadap S.aureussebesar 20,16 mm dan terhadap E.coli sebesar 18,00 mm 
Institution Info

Universitas Katolik Soegijapranata