Abstract :
Bakteri asam laktat (BAL) sering diaplikasikan pada produk pangan karena dapat
memperpanjang umur simpan produk, disebabkan oleh kemampuannya menghasilkan
senyawa yang bersifat antagonis terhadap mikroba lain, seperti: bakteriosin, hidrogen
peroksida dan diasetil. Bakteri asam laktat dapat ditemukan dalam berbagai makanan
fermentasi, contohnya susu, sayur-sayuran dan daging. Salah satu bahan pangan yang
dapat menjadi habitat bakteri asam laktat adalah sayur asin.Penelitian ini bertujuan
mengidentifikasi bakteri asam laktat dari sayur asin dalam kadar garam 5% yang
memiliki kemampuan antimikroba terhadap bakteri patogen, khususnya Staphylococcus
aureus dan Escherichia coli. Pembuatan sayur asin dilakukan dengan cara
menambahkan larutan garam 5% sehingga sayur terendam seluruhnya didalam
kontainertertutup. Fermentasi berlangsung selama 7 hari dalam suhu ruang. Metode
pengujian meliputi isolasi BAL dan pemurnian untuk mendapatkan isolat tunggal BAL;
identifikasi BAL; kemampuan tumbuh isolat pada berbagai pH, suhu dan kadar garam
NaCl serta pengujian aktivitas antimikroba terhadap bakteri patogen. Isolasi dan
pemurnian dilakukan dengan menggunakan media deMan Rogosa Sharp Agar (MRS
Agar) + CaCO3 1%. Metode identifikasi bakteri asam laktat dilakukan dengan menguji
karakter morfologikal (bentuk sel, pewarnaan Gram dan pewarnaan spora) dan uji
biokimia (produksi gas, uji katalase, uji motilitas) serta uji kemampuan tumbuh isolat
pada berbagai pH, suhu dan kadar NaCl.Pengujian aktivitas antimikroba dilakukan
dengan menggunakan metode difusi sumuran (well-difusion).Diperoleh 9 isolat yang
teridentifikasi sebagai genus Lactobacillus, karena memiliki ciri-ciri yang sesuai, yaitu
berbentuk basil, Gram negatif, tidak membentuk spora, katalase negatif, non-motil,
dapat tumbuh pada pH 4,4 dan kadar NaCl 6,5%, namun tidak dapat bertahan hidup
pada pH 9,6 dan kadar NaCl 18%. Seluruh isolat mampu menghambat pertumbuhan
bakteri patogen uji, yaitu Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.Hasil pengujian
menunjukkan antimikroba yang dihasilkan oleh bakteri asam laktat dari sayur asin yang
difermentasi dalam larutan garam 5% lebih efektif menghambat S. aureus daripa E.
coli.Isolat 21 memiliki kemampuan penghambatan yang paling baik dengan diameter
zona bening terhadap S.aureussebesar 20,16 mm dan terhadap E.coli sebesar 18,00 mm