DETAIL DOCUMENT
FEMALE GENITAL MUTILATION (FGM) DITINJAU DARI PENGALAMAN PEREMPUAN YANG MENGALAMI FGM
Total View This Week12
Institusion
Universitas Katolik Soegijapranata
Author
Saputro, Sendy Endro
Subject
Sexual Problems 
Datestamp
2015-09-17 12:38:06 
Abstract :
Latar belakang dari skripsi ini yaitu banyaknya contoh kasus FGM di dunia yang dilakukan pada wanita untuk tujuan tertentu dan praktik FGM ini cenderung merugikan kaum perempuan. Di Indonesia FGM juga sering terjadi disebut sebagai khitan atau sunat pada kaum perempuan terutama untuk anak perempuan yang berusia 0 – 13 tahun. Walaupun di Indonesia contoh FGM dipandang tidak membahayakan bagi kaum perempuan tetapi penulis tetap merasa ingin lebih lanjut mengenai FGM pada perempuan yang ada di Indonesia. Dari latar belakang tersebut di atas maka penulis mengajukan 2 perumusan masalah sebagai yaitu bagaimana praktik FGM pada perempuan di kota Semarang dan bagaimana perspektif perempuan terhadap FGM. Tujuan dan kegunaan dari penulisan skripsi ini adalah agar masyarakat dan mahasiswa lebih mengenal tentang praktek FGM. Selain itu penulis berharap agar skripsi ini bisa menjadi salah satu bahan informasi dan menambah pengembangan mata kuliah hukum dan perempuan. Metode penelitian yang dipakai dalam skripsi ini metode pendekatan kualitatif, spesifikasi penelitiannya deskriptif analisis, metode pengumpulan datanya menggunakan sumber data primer dan sekunder, metode analisis data dan metode penyajian data. Hasil penelitian penulis dari tiga responden yang mengalami FGM atau khitan dan 1 orang dukun bayi yang sering melakukan sunat pada anak perempuan dapat diketahui bahwa praktik FGM pada perempuan di kota Semarang pada khususnya dipengaruhi oleh 2 alasan utama yaitu alasan agama terutama agama Islam dari ajaran mazhab Syafi’i yang mengharuskan seorang perempuan dikhitan. Alasan kedua yaitu alasan budaya karena penelitian di wilayah kota Semarang maka budaya yang dipakai adalah budaya Jawa. Menurut budaya Jawa seorang anak baik laki-laki maupun perempuan dianggap sudah menjadi umat Islam apabila sudah disunat. Sedangkan perspektif perempuan pada FGM menurut para perempuan yang menjadi responden penulis mengatakan bahwa khitan yang mereka lakukan bukanlah hal yang membahayakan dan tentu saja mereka akan meneruskan tradisi khitan kepada anak-anak mereka kelak. 
Institution Info

Universitas Katolik Soegijapranata