Abstract :
Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan faktor-faktor yang
menyebabkan kecemasan orang lanjut usia menjelang kematian. Metode yang
digunakan dalam pendeskripsian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan
fenomenologi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan wawancara.
Diharapkan hasi! penelitian ini dapat memberi informasi kepada para lanjut usia
untuk memahami perubahan-perubahan yang terjadi pada diri mereka dan dapat
mempersiapkan diri dengan lebih baik dalam menjelang kematian
Schulz (1978) memahami kecemasan menjelang kematian yang dialami oleh
orang lanjut usia disebabkan oleh adanya ancaman penderitaan fisik, penghinaan,
adanya keinginan yang belum terpenuhi, adanya ketergantungan, adanya hukuman
neraka, ketiadaan dan kematian orang terdekat. Erikson mt!njelaskan bahwa proses
kehidupan sebelumnya menentukan bagaimana seseorang akan bereaksi terhadap
ancaman yang dihadapinya di masa sekarang dan nanti. Tema psiko-sosial dari
tahap-tahap perkembangan sebelumnya e fleksikan kembali keseluruhan siklus
kehidupan yang telah dijalaninya. Dengan demikian apa yang akan di\akukan dan
direspon oleh para lanjut usia mengenai kematian dirinya tehtulah berkaitan erat
dengan bagaimana ia menghadapi proses kehidupan sebelumnya.
Has! dari penelitian ini adalah kecemasah orang lanjut usia menjelang
kematiah isebabkan oleh dua faktor: pertama, faktor internal. Masa-masa sulit dan
tuntutan IWrkembangan yang tidak terpenuhi akan direspon dengar penyesuaian diri
yang sal a . untutarrtuntutan perkemtlClngan yang tidak berhasi dipenuhi seperti
rasa tida~ aman (mistrosf), ragu-ragu kemampuan diri (shame and doubf) ,
menyalah an diri (guilf) , inferior, isolasi, dan stagf")asi mengakioatkan seseorang
merasa til:! k mampu menyikapi ancaman-ancaman adanya harapan-harapan yang
belum t~Ujud, adanya, hukuman neraka-dan kesepian di usia lanJut.
Kedua, faktor eksternal. Pengalaman-pengalaman yan£! tidak menyenangka yang
te~adi hampir disetiap tahap perkelTlbangan 'Seperti hubungan sosial yang buruk,
cacat fisik, hancurnya ekonomi keluarga karena tertipu, adanya penghinaan,
kematian orang terdekat dan adanya ketergantungan dari keluarga terakumulasi dan
merupakan proses«eC\6masan yang mereka-rasal