Abstract :
Permasalahan yang muncul dikarenakan pada saat ini kondisi yang
terjadi di RS. T elogorejo berkaitan dengan sistem kompensasi masih
belum sesuai dengan harapan management rumah sakit. Hal ini terlihat
dari banyaknya keluhan pad a karyawan yang merasa tidak adil dalam
pemberian gaji yang diterima oleh karyawan baru der.agan karyawan lama.
Analisa data dalam penelitian ini ialah Eiilakukan dengan
mengembangan sistem kompensasi yang berbasis kompetensi dengan
bentuk patokan gaji/upah ber entuk "range" simetris dengan
menggunakan "Compa Ratio" pada RS. Telogorejo Semarang yang
sesuai dengan aspirasi pihak managerial dan kebutuhan organisasi yang
disampaikan melalui teknik FGD (Focus Group Discussion) dengan pihak
manajerial hingga disetujui oletl sedikitnya 750/0 dari seluruh karyawan
pada level manejerial RS. Telogorejo Semarang yang hadir pada FGD
tersebut.
Melalui proses Job Analysis dan Job Evaluation dengan menggunakan
HAY system yang dilakukan pada 3 jabatan sebagai responden diperoleh
hasil bahwa jabatan Pembantu Orang Sakit memiliki tingkat kompetensi
sebesar 118 point. Sedangkan perawat SPK memiliki tingkat kompetensi
sebesar 186 point dan tingkat kompetensi perawat AMK sebesar 260
point.
Sistem kompensasi berbasi kompetensi yang sesuai dengan kondisi
kompetensi karyawan ini ditentukan berdasarkan standar prosentase gaji
berikut nilai interval dan grace penggajiannya yang diperoleh dan
banyaknya tingkat kompetensi yang dimiliki karyawan RS. Telogorejo.
Dimana pada analisa disebutkan terdapat 5 grade besar yang tersedia
pad a perusahaan untuk karyawan fungsional baik karyawan medis
maupun no medis. Dengan standar nilai gaji inimu ialah berdasarkan
UMR Semarang tahun 2007 terletak pada grade A1 sebesar Rp 650.000,-.
Nilai intervalnya sebesar 20 % terhadap tiap grade di atas dan di
bawahnya, sedangkan nilai interval dalam satu grade ialah sebesar 70%.
Bagi Manajemen RS. Telogorejo Semarang yaitu hasil ini dapat
digunakan sebagai salah satu cara dalam menerapkan Sistem
Kompensasi yang berkaitan dengan pengembangan Sumber Daya
Manusia dengan pendekatan terhadap kompetensi individu, sehingga
dapat diterapkan Sistem Kompensasi yang sesuai dengan tujuan
pengembangan budaya organisasi rumah sakit.