Abstract :
Latar belakang penelitian ini yakni bahwa banyak ditemui anak yang tidak
mempunyai kesempatan memperoleh perhatian secara fisik, mental maupun sosial.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial dan ekonomi keluarga yang
relatif memiliki tingkat ekonomi yang rendah, sehingga anak-anak dibiarkan untuk
mencari uang sendiri dan hidup di jalanan.
Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah metode kualitatif, khusus
dalam penelitian ini adalah hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan perlindungan
hak anak terhadap anak jalanan perempuan yang mengalami kekerasan seksual di
kota Semarang. Spesifikasi penelitian ini adalah deskriptif analitis yaitu hasil dari
penelitian yang diperoleh memberikan gambaran atau realita mengenai pelaksanaan
perlindungan hak anak bagi anak jalanan perempuan, sedangkan metode
pengumpulan data ialah menggunakan data primer dan data sekunder, kemudian
dianalisa dan disajikan.
Pada penelitian, dibahas mengenai perlindungan hak anak terhadap anak
jalanan perempuan yang terdiri dari gambaran umum obyek penelitian. Obyek
penelitian ini adalah Yayasan Yebaka Moveta yang berdiri pada tahun 2004 dengan
pusat kegiatan di jalan Onta Raya Nomor 10 Semarang. Selama tahun 2006-2007,
Yayasan Yebeka Moveta Semarang telah melakukan pembinaan terhadap 23 anak
jalanan yang terdiri dari 14 orang anak jalanan laki-laki dan 9 orang anak jalanan
perempuan. Untuk kekerasan seksual, dilakukan penelitian terhadap 3 anak jalanan
perempuan, ada yang hanya mengalami pelecehan seksual saja dan adapula yang
mengalami kekerasan seksual. Dari ketiga kasus tersebut di atas, dapat dianalisis
bahwa penyebab anak turun ke jalan dipengaruhi oleh faktor keluarga yang tidak
mempu membiayai pendidikan. Pelaksanaan perlindungan hak yang dilakukan oleh
Yayasan Yebeka Moveta Semarang adalah melakukan usaha-usaha untuk
mensejahterakan anak jalanan, baik bersifat pembinaan maupun pengembangan.
Kemudian, faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan perlindungan hak anak
bagi anak jalanan perempuan yang mengalami kekerasan di Kota Semarang adalah
ada faktor penghambat dan faktor pendukung. Faktor penghambatnya adalah kondisi
anak jalanan sebagai kaum marginal, ekonomi keluarga dan sidikitnya tenaga
pendamping bagi anak perempuan korban kekerasan, dan faktor pendukungnya
adalah tersedianya dana dari donatur dan tersedianya fasilitas pembinaan.