Institusion
Universitas Katolik Soegijapranata
Author
Napitupulu, Novriyanto Salomo
Subject
Production Management
Datestamp
2015-08-27 11:03:48
Abstract :
Perkembangan dalam dunia bisnis dan industri mulai dari kelas bawah
sampai kelas atas pada zaman sekarang ini sangat ketat sekali persaingannya, para
pelaku bisnis terus berupaya memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen yang
bervariasi. Persaingan yang ketat menjadikan perusahaan harus selalu
mengadakan perbaikan-perbaikan terhadap kualitas produk yang dihasilkan.
Luis Advertising, sebuah perusahaan sablon di kota Semarang, juga
mengalami problem dengan pengendalian jumlah produk cacat. Mengingat, apa
yang ditargetkan (tentang jumlah maksimal produk cacat) masih jauh dari
harapan, maka penulis tertarik untuk mengaplikasikan teori Six Sigma pada
perusahaan ini. Six Sigma yang telah terstruktur dan benar-benar dirancang untuk
meminimalisai tingkat kecacatan produk, diharapkan penulis mampu
mengarahkan dan menjadi acuan untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi
oleh Luis Advertising. Pada kenyataannya, perusahaan juga telah melakukan
beberapa langkah dan bagian dalam teori Six Sigma, salah satunya define
(mendefinisikan kriteria produk standar) dan measure (menentukan karakteristik
kunci). Namun, untuk langkah berikutnya, analyze, improv, dan control masih
sangat minim, bahkan belum sama sekali. Selain itu, pengendalian dan
pendokumentasian seluruh kegiatan produksi juga memegang peranan penting di
sini. Pada akhirnya, upgrading semacam inilah yang Luis Advertising butuhkan
guna minimalisasi jumlah produk cacat dan tentunya meningkatkan kualitas
produknya.
Penelitian ini menggunakan metode Six Sigma dengan menerapkan
diagram P-chart, diagram Pareto dan fishbone diagram yang nantinya akan
diterapkan pada pengendalian kualitas yang ada di Luis Advertising . Dengan
menggunakan metode Six Sigma diharapkan dapat membantu penulis dalam
memecahkan masalah – masalah yang terjadi. Hasil dari penelitian berupa
perencanaan pengendalian kualitas penyablonan kaos, sehingga nantinya akan
mempermudah perusahaan dalam mengelola pengendalian kualitas yang
diharapkan dapat mengurangi jumlah produk cacat sablonan kaos. Selain itu Luis
Advertising sebaiknya harus terus melakukan peningkatan kualitas secara terus –
menerus (continuous improvement) sehingga kualitas produk sablon dapat terjaga
dan jumlah produk cacat sablonan kaos dapat terus diminimalkan.
Keywords : Pengendalian kualitas, Six Sigma.