Abstract :
Novel Junichiro Tanizaki yang berjudul The Key menceritakan satu
pasangan Jepang dalam menghadapi masalah seksual mereka. The Husband (Sang
Suami) sebagai tokoh utama adalah seorang profesor yang mempunyai perilaku
yang menyimpang. Sebagai seorang foot-fetish, Sang Suami mempunyai masalah
dalam menyalurkan hasrat seksualnya. Sang Suami membutuhkan beberapa alat
(bantuan) untuk mempermudah tercapainya hasrat tersebut kepada istrinya.
Berhubung pola pikir istrinya yang masih tradisional, Sang Suami memilih
untuk menuliskan masalah seksualnya tersebut di dalam sebuah diary untuk
berkomunikasi secara tidak langsung kepada istrinya. Dalam diary tersebut, Sang
Suami mengekspresikan pikiran-pikirannya tentang apa yang sesungguhnya dia
inginkan terutama kebutuhan seksualnya dengan harapan istrinya akan membaca
dan mengerti keinginan-keinginannya tersebut. Sang Suami juga berharap istrinya
pada akhirnya akan mengizinkannya secara bebas menyalurkan hasrat seksualnya
tersebut. Sayangnya, kondisi fisiknya tidak sebanding dengan istrinya sehingga
dia tidak sanggup memuaskan hasrat seksual istrinya dan dirinya sendiri. Jadi,
untuk menghindari laki-laki lain yang ingin mendekati dan memanfaatkan
keadaan ini, Sang Suami mencoba segala hal yang bisa membantunya dalam
memperlancarkan aktifitas seksualnya. Ketergantungan terhadap alkohol dalam
aktifitas seksual mengakibatkan Sang Suami mengalami stroke
Sang Suami berhasil memenuhi kebutuhan seksualnya sekaligus merubah
pola pikir istrinya yang masih tradisional dengan bantuan: diary pribadinya yang
membantu menginternalisasi pikiran istrinya tentang keinginan-keinginannya
secara terarur dan berkesinambungan; brandy (minuman keras) yang
membantunya dalam menyalurkan foot-fetish-nya; Kimuara-San yang membantu
membangkitkan rasa cemburu terhadap istrinya disamping menginternalisasi
pikiran istrinya secara langsung; dan Toshiko (anak perempuannya) yang
membantunya mempererat ‘hubungan setipis kertas’ antara ibu dan pacarnya.