Abstract :
Mie instan merupakan salah satu bentuk produk pangan yang cukup populer dan
disukai. Bahan baku utama yang digunakan untuk membuat mie instan adalah tepung
terigu. Tepung ganyong merupakan salah satu tepung yang diharapkan dapat menggantikan
sebagian tepung terigu dalam pembuatan mie instan. Tingkat subtitusi tepung
ganyong dan tepung tepung kedelai yang digunakan antara lain tingkat subtitusi 20%
(10% tepung ganyong dan 10% tepung kedelai), 30% (18% tepung ganyong dan 12%
tepung kedelai), 40% (26% tepung ganyong dan 14% tepung kedelai), dan 50% (34%
tepung ganyong dan 16% tepung kedelai). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh penambahan tepung kedelai dan tepung ganyong terhadap sifat kimia, fisik
dan sensoris dari mie instan. Parameter yang diuji antara lain kadar air, kadar abu, kadar
lemak, kadar protein, kadar serat kasar, kadar karbohidrat, kadar amilosa, kadar zat besi,
kadar kalsium dan kelentingan dari mie instan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
penambahan tepung ganyong dan kedelai mempengaruhi kadar air mie instan secara
nyata dan besarnya kadar air mie instan berkisar antara 7,11%–7,67%. Penambahan
tepung kedelai dan tepung ganyong juga berpengaruh nyata terhadap kadar abu, protein,
serat kasar, karbohidrat, amilosa, zat besi dan kalsium dalam mie instan. Besarnya kadar
abu mie instan berkisar antara 1,16%–1,69% dan besarnya kadar protein mie instan
berkisar antara 15,06%–28,04%. Kadar serat kasar mie instan berkisar antara 6,64%–
17,39% dan kadar karbohidrat mie instan berkisar antara 29,34%–54,26%. Kadar
amilosa mie instan berkisar antara 1,72%–2,38%, kadar zat besi mie instan berkisar
antara 0,003%–0,004% dan kadar kalsium mie instan berkisar antara 0,11%–0,16%.
Besarnya kadar lemak mie instan berkisar antara 15,58%–15,88%, selain itu penambahan
tepung ganyong dan tepung kedelai tidak berpengaruh nyata terhadap kadar
lemak dari mie instan yang dihasilkan. Hasil penelitian dari segi fisik menunjukkan
bahwa semakin tinggi tingkat subtitusi tepung ganyong dan tepung kedelai maka daya
renggang mie instan semakin menurun. Besarnya daya renggang mie instan berkisar
antara 0,16 mm–0,41 mm. Sedangkan dari segi sensoris, mie instan yang disukai panelis
baik dalam segi rasa, aroma, warna, tekstur, dan tingkat kesukaan adalah mie instan
dengan tingkat subtitusi 30%.