Abstract :
Jahe (Zingiber officinale Roscoe) merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai
obat maupun bumbu pada makanan dan dapat dimanfaatkan dalam bentuk segar
maupun kering. Pada skala industri, jahe kering yang banyak dimanfaatkan karena lebih
mudah pada transportasi, penyimpanan dan pengolahannya. Metode pengeringan yang
sering digunakan secara luas adalah pengeringan sinar matahari secara langsung.
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan Solar tunnel dryer (STD) dan Open Air
Sun drying (SD) terhadap sifat fisikokimia dan mikrobiologi bubuk jahe. Variebel yang
diamati, yaitu waktu pembasahan, kadar air dan oleoresin serta total plate count
oleoresin selama penyimpanan hingga waktu yang telah ditentukan (minggu ke-6).
Bahan baku utama yang digunakan adalah jahe varietas gajah dan emprit, sedangkan
jenis kemasan yang digunakan yaitu botol plastik Polypropylene (PP) dan Polyethylene
terephtalat (PET). Hasil penelitian menunjukkan bahwa solar tunnel drying waktunya
lebih cepat sekitar 3 jam dibandingkan open air sun drying. Selama penyimpanan
minggu ke-0 hingga minggu ke-6, waktu pembasahan dan kadar air terbaik pada bubuk
jahe gajah solar tunnel kemasan jenis PP masing-masing yaitu 4,39 dtk menjadi 13,07
dtk, 6,99% menjadi 10,69%. Kadar oleoresin terstabil pada bubuk jahe emprit solar
tunnel kemasan jenis PET yaitu 9,75% menjadi 9,45%. Total plate count terendah dari
media NA dan MHA pada bubuk jahe emprit open air sun drying kemasan jenis PP
masing-masing yaitu 7,20 Log CFU/g menjadi 7,91 Log CFU/g dan 7,07 Log CFU/g
menjadi 7,90 Log CFU/g. Jenis kemasan yang terbaik yaitu botol plastik Polypropylene
(PP).