Abstract :
Peningkatan jumlah penduduk Indonesia menyebabkan konsumsi akan beras
meningkat. Hal ini biasa ditanggulangi pemerintah dengan melakukan impor beras.
Jagung merupakan sumber karbohidrat dan komoditas strategis yang dapat
dikembangkan menjadi pangan pokok karena produksi jagung yang cukup besar dan
mempunyai nilai gizi yang tinggi. Nasi jagung yang biasanya terdapat di masyarakat
berbentuk granula kecil atau hampir menyerupai tepung. Pada penelitian ini dilakukan
teknologi pengolahan beras jagung instan dalam bentuk granula yang lebih besar. Ada
2 jenis jagung yang digunakan yaitu: jagung kuning dan jagung putih, dengan ukuran
jagung pipilan 9 mesh yang kemudian direbus dengan larutan Ca(OH)2 pada
perlakuan pH 10, 11, 12 dengan suhu ± 1000 C dan perlakuan waktu 30, 60, dan 90
menit. Kemudian jagung direbus lagi dengan phosfat suhu ± 1000C, dan direndam
dalam larutan air jeruk untuk menghilangkan aroma alkali. Sedangkan tahap terakhir
yang dilakukan untuk mendapatkan beras jagung instan adalah dengan melakukan
pengeringan (T = ±75oC) menggunakan dehumidifier. Berdasarkan hasil penelitian
analisa kimia beras jagung instan, kadar air tertinggi pada sampel JKF ( Jagung
kuning, pH 11, dengan lama perebusan 90 menit ) sebesar 12,106±0,121%, kadar abu
tertinggi pada sampel JPA ( Jagung putih, pH 10, dengan lama perebusan 30 menit )
sebesar 1,908±0,038%, kadar protein tertinggi pada sampel JKA ( Jagung kuning, pH
10, dengan lama perebusan 30 menit ) sebesar 7,237±0,104%, kadar lemak tertinggi
pada sampel JPA ( Jagung putih, pH 10, dengan lama perebusan 30 menit ) sebesar
3,167±0,103, kadar serat tertinggi pada sampel JPA ( Jagung putih, pH 10, dengan
lama perebusan 30 menit ) sebesar 3,433±0,242%, kadar karbohidrat tertinggi pada
sampel JPI ( Jagung putih, pH 12, dengan lama perebusan 90 menit ) sebesar
79,042±0,308% dan kadar vitamin A tertinggi pada sampel JKA ( Jagung kuning, pH
10, dengan lama perebusan 30 menit ) sebesar 24,045±0,919 SI. Pada analisa fisik
bulk density nasi jagung yang paling besar terjadi pada sampel JKI ( Jagung kuning,
pH 12, dengan lama perebusan 90 menit ) sebesar 0,903 g/cm3. Berdasarkan analisa
sensoris tingkat kesukaan nasi jagung yang paling tinggi adalah sampel JKI ( Jagung
kuning, pH 12, dengan lama perebusan 90 menit ) sebesar 3,5.